Mojokerto (MajaMojokerto) – DPRD Kota Mojokerto kembali melaksanakan reses dan sekarang di tahap reses ke II. Salah satunya dilakukan anggota Fraksi PDI Perjuangan, Silvia Elya Rosa. Anggota Komisi I DPRD Kota Mojokerto itu menemui konstituennya di Lingkungan Sidomulyo, No. 15, RT 02, RW 01, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajuritkulon, Senin (25/8/2026).
Tema kali ini, ‘Kebersihan Lingkungan Dan Pengelolaan Sampah Adalah Tanggung Jawab Masyarakat dan Pemerintah Daerah’.
Politisi PDIP ini mengajak masyarakat lebih peduli dengan lingkungan mulai sadar dengan sampah yang dihasilkan sendiri. Sadar dengan pengelolaan sampahnya sendiri. Mengajak masyarakat ikut mengelola sampah karena 2029 akan zero waste. Kalau tidak dimulai dari sekarang. Kedepannya akan susah mengubah kebiasaan
Menurut Silvia, pemilahan sampah dari sumbernya menjadi langkah sederhana namun penting untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA). Ia mengaku telah menerapkan kebiasaan tersebut di rumahnya.
“Saya sendiri di rumah memilah sampah. Setiap enam bulan saya jual, lumayan bisa mendapatkan sekitar Rp 300 ribu”, katanya.
Silvia menyebut produksi sampah di Kota Mojokerto yang sebelumnya mencapai sekitar 90 ton per hari pada 2024 kini berada di kisaran 70 ton per hari.
Menurutnya, pengurangan tersebut tidak lepas dari upaya pengelolaan sampah, termasuk yang dilakukan dari lingkungan rumah tangga.Ia mengingatkan, apabila sampah tidak dikurangi dan dikelola sejak dari rumah, maka penumpukan di TPA akan semakin besar.
“Kalau tidak dikelola, kita hanya menumpuk di TPA. Waktu saya berkunjung ke sana, sampahnya seperti gunung”, ungkapnya.
Karena itu, masyarakat diminta mulai memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik, lanjut Silvia, dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan lingkungan, salah satunya melalui pembuatan biopori.
“Intinya tugas kita memilih dan mengelola sampah dari rumah sendiri. Sampah organik bisa kita manfaatkan, salah satunya dengan membuat biopori,” jelasnya.
Silvia juga mengajak masyarakat membawa kebiasaan menjaga kebersihan tersebut ke ruang publik. Menurutnya, kesadaran tidak membuang sampah sembarangan harus tumbuh dari diri sendiri, baik ketika berada di pusat perbelanjaan, tempat wisata, kendaraan maupun lokasi lainnya.
Disamping itu pula, politisi berlambang banteng gemuk dengan moncong putih, menyerahkan bantuan tangga dan uang tunai untuk kegiatan kerja bakti lingkungan
(Adv/Gon)
Baca juga :