Mojokerto (transversalmedia) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Mojokerto melakukan audiensi ke beberapa instansi pada lingkup Pemerintah kota Mojokerto. Untuk komisi 1 DPRD Kota Mojokerto, melakukan kunjungan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) jalan Prajuritkulon No 70A, kecamatan Prajuritkulon. Rabu (08/07/2026).
Rombongan Komisi I tampak hadir yakni ; Enny Rahmawati, Udji Pramono, Silvy Elya Rosa, Agung Sucipto, Ahmad Saifulloh dan Ditha Roosita.
Ketua Komisi I DPRD Kota Mojokerto, Enny Rahmawati mengatakan menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan budaya literasi masyarakat.
Disamping itu pula, ia menegaskan pihaknya siap memperjuangkan kebutuhan anggaran Dispusip agar pelayanan perpustakaan semakin optimal dan mampu meningkatkan minat baca masyarakat.
“Selain Dana Alokasi Khusus (DAK) yang telah ada, kami akan berupaya memperjuangkan anggaran daerah, terutama untuk pengadaan koleksi buku yang sudah banyak usang sehingga perlu diperbarui”, katanya.
Mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) kota Mojokerto menilai penguatan fasilitas perpustakaan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Yang mana keberadaan kontainer literasi yang selama ini dimanfaatkan sebagai perpustakaan keliling juga perlu mendapat pembaruan agar lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan saat ini.
“Kalau saat ini ada lima kontainer literasi dan dua perpustakaan, tentu ke depan perlu penambahan maupun pembaruan agar lebih inovatif dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.
Politisi PKB ini berharap minat baca bagi kalangan masyarakat itu juga penting, karena perpustakaan sangat vital bagi masyarakat karena berfungsi sebagai pusat sumber ilmu dan informasi tervalidasi. Ketersediaan akses ini memainkan peran penting dalam menumbuhkan minat baca, mendorong pola pikir kritis, serta membangun budaya literasi yang kuat di berbagai kalangan.
“Perpustakaan sangat penting bagi masyarakat karena menjadi pusat sumber ilmu yang mudah diakses dan terjangkau. Fasilitas ini membantu membuka wawasan, melawan penyebaran berita hoaks, dan mendukung pembelajaran sepanjang hayat demi meningkatkan kualitas hidup”, ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, jajaran Komisi I juga melihat langsung berbagai fasilitas yang dimiliki Dispusip, mulai dari ruang layanan baca, koleksi buku, hingga sarana pendukung literasi.
Sejumlah masukan dari pengelola perpustakaan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar bagi DPRD untuk menyusun skala prioritas penganggaran pada pembahasan APBD mendatang.
Komisi I berharap sinergi antara DPRD dan Dispusip terus terjalin sehingga berbagai program peningkatan literasi dapat berjalan lebih optimal. Dengan dukungan anggaran, koleksi buku yang terus diperbarui, fasilitas yang semakin representatif, serta sumber daya manusia yang memadai, diharapkan budaya membaca di Kota Mojokerto semakin tumbuh dan mampu melahirkan generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.
(Adv/Gon)
Baca juga :