Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto merespons laporan masyarakat terkait adanya sampah yang berserakan di pinggiran Jalan Hayam Wuruk dengan melakukan pembersihan dan penanganan langsung di lokasi, Rabu (11/2).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan apresiasi atas perhatian masyarakat dan media terhadap kondisi lingkungan kota. Menurutnya, kritik dan laporan yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian yang patut dihargai.
“Kami memandang setiap informasi dari masyarakat sebagai wujud cinta terhadap Kota Mojokerto. Terima kasih sudah saling peduli dan mengingatkan,” tutur Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.
Ia menjelaskan, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah diterjunkan untuk membersihkan area yang dilaporkan. Pemerintah juga melakukan evaluasi untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, termasuk dengan pemetaan titik rawan dan penguatan pengawasan. Namun Ning Ita mengajak, menjaga kebersihan kota tidak bisa hanya mengandalkan petugas.
“Kota Mojokerto ini rumah kita bersama. Dengan wilayah yang tidak terlalu luas, hanya sekitar 20 kilometer persegi, seharusnya kita bisa lebih mudah menjaganya jika saling bekerja sama,” ujarnya.
Pemkot terus mendorong gerakan pilah sampah dari rumah, optimalisasi bank sampah, serta menghidupkan kembali budaya kerja bakti di lingkungan RT dan RW. Ia juga mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dengan cara yang baik apabila mendapati pembuangan sampah sembarangan.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama memperbaiki dan membangun kesadaran. Kota yang bersih adalah cerminan warganya,” tuturnya.
Ning Ita berharap semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia dapat semakin kuat di Kota Mojokerto sehingga persoalan kebersihan juga bisa diatasi secara berkelanjutan.
“Kalau kita rawat bersama, Kota Mojokerto akan selalu menjadi kota yang nyaman, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (hum/mjf/gk)
Baca juga :