Buka Pelatihan PAAREDI, Bupati Mojokerto Tekankan 4 Prinsip Pola Asuh Terhadap Anak

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, menekankan 4 prinsip dalam menerapkan pola asuh terhadap anak dan remaja, agar kedepannya para generasi muda di Bumi Majapahit memiliki karakter yang baik dan berkualitas.

Hal tersebut, disampaikan Bupati Ikfina dalam memberikan pelatihan pola asuh anak dan remaja di era digital (PAAREDI) kepada TP PKK Desa dan Kader Pokja I se-Kecamatan Kemlagi di ruang rapat Kecamatan Kemlagi lantai 3, pada Jum’at, (28/7) siang. Juga turut dihadiri Camat Kemlagi, Ketua TP PKK Kemlagi dan narasumber dari Pokja I.

“Bagaimana, kita tetap yang bisa mengarahkan anak kita, menjaga anak-anak kita, supaya kita menjadi satu-satunya tempat yang paling aman buat anak-anak kita. caranya kembali ke prinsip pengasuhan yakni ada 4, pertama penerimaan, kedua,  penghargaan, ketiga, penguatan dan yang keempat, penjagaan dan perlindungan. Ini yang harus kita lakukan satu penerimaan, jika menerima anak kita dulu, baru kemudian anak kita akan pasti tidak susah untuk menghargai kita,” jelas Ikfina.

Terkait penerimaan, Bupati Ikfina menjelaskan, bahwa dalam mengasuh anak dan remaja, sebagai orang tua dapat menerima segala kelebihan dan kekurangan dari anaknya masing-masing.

“Semakin orang tua tidak menerima apalagi kemudian membandingkan dengan anak-anak yang lain atau mungkin membandingkan anak yang satu dengan yang lain gitu tidak boleh, kita harus menerima apa adanya,” ujarnya.

Selain menerima kondisi anak, Bupati Ikfina juga mengimbau, sebagai orang tua juga harus bisa menghargai anak-anaknya, karena anak memiliki perasaan ingin dihargai oleh orang tuanya.

“Dihargai itu tidak harus dia berprestasi, dia berbuat sesuatu yang sederhana pun itu butuh dihargai, sehingga dia merasa bahwa dia itu berarti untuk orang tuanya tidak hanya diterima tapi membanggakan,” ungkapnya.

Lanjut Ikfina, dalam mengasuh anak, sebagai orang tua juga harus bisa menguatkan anaknya ketika seorang anak memiliki masalah. dan sebagai orang tua harus menjadi orang pertama untuk diajak berdiskusi terkait dengan masalah yang dialami anak tersebut.

“Maka ketika anak-anak kita ini punya masalah, ya sebaiknya orang tuanya itu ibunya dan ayahnya menjadi orang pertama yang harusnya menjadi tempat dia untuk diskusi. Kalau kemudian dia tidak mau bicara sama orang tuanya maka orang tua wajib introspeksi,” bebernya.

Orang nomor satu dilingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga menilai, dalam mengasuh anak, menjaga dan melindungi anak juga sangat penting. Maka sebagai orang tua harus bisa melindungi anaknya baik secara fisik maupun ketika anak berada di dunia maya.

Bupati Ikfina juga menjelaskan, dalam membentuk karakter anak menjadi baik, terdapat beberapa tahapan interaksi lingkungan yang membentuk karakter anak dimasa yang akan datang.

Seperti halnya, ketika anak usia 0 hingga 1 tahun, ini menjadi momen anak belajar percaya dengan orang lain. Selanjutnya, pada usia 1 hingga 3 tahun, ini menjadi momen seorang anak dalam masa pembentukan karakter.

“Seorang ibu punya peran yang sangat penting, agar bisa membentuk karakter anak bisa menjadi percaya diri,” jelasnya.

Lebih lanjut, pada usia 3 sampai 6 tahun, sebagai kesempatan anak lebih inisiatif. maka sebagai orang tua wajib mendukung dan mengarahkan anaknya terhadap hal-hal yang baik. untuk usia 6 sampai 12 tahun, sebagai momen, anak memiliki kesempatan untuk lebih produktif.

Sedangkan, pada usia 12 tahun keatas, dimana anak sudah memasuki masa remaja dan mulai mencari jati diri serta membutuhkan pengakuan dari orang lain. orang nomor satu dilingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto berpesan, agar orang tua dapat memastikan anak-anaknya berada pada kelompok yang baik di era digitalisasi saat ini.

“Sebagai orang tua kita tidak boleh tidak peduli, karena Allah SWT menitipkan anak-anak kepada kita dalam keadaan bersih, maka apa saja yang dilakukan anak, orang tua harus tahu,” bebernya.

Bupati Ikfina juga berpesan, kepada seluruh kader TP PKK se-Kecamatan Kemlagi, agar dapat menyampaikan dan saling mengingatkan dengan para orang tua lain, bahwa dalam menjaga anak, orang tua harus menjadi satu-satunya orang yang dapat dipercaya oleh anaknya.

“Tolong terima anaknya, berikan penghargaan kepada anak-anaknya, kuatkan anak-anak ketika dia punya masalah atau dalam kondisi yang kurang baik dan yang terakhir selalu menjaga dan memelihara baik di dunia nyata maupun di dunia maya ,” pungkasnya. (dis/mjf/may)

Nekat Cabuli Anak Tetangga, Kakek asal Mojokerto Dituntut 6 Tahun Penjara

Baca juga :