Pejabat Pemkot Mojokerto Ikuti Rangkaian Retreat dan Jadi Pilot Project di Jawa Timur

Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggelar retreat khusus untuk para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Mojokerto. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Sasana Krida Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto mulai hari ini hingga Selasa (4/2) mendatang.

Pemerintah Kota Mojokerto merupakan daerah pertama yang menggelar kegiatan ini sekaligus menjadi pilot project di Jawa Timur.

Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro menuturkan kegiatan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan program kerja daerah dengan kebijakan yang digagas oleh pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto.

Sosok yang kerap disapa Mas Pj ini juga menegaskan bahwa retreat ini bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan momen bersejarah untuk memperkuat sinergi antar kepala perangkat daerah.

“Retreat ini bermakna slow living, kita menarik diri sejenak dari rutinitas untuk kemudian melesat lebih jauh. Ini waktu yang tepat untuk menyatukan visi, kehendak, dan kebersamaan, agar kita siap menghadapi seluruh pelaksanaan tugas di tahun 2025,” tuturnya.

Mas Pj juga mengibaratkan retreat ini seperti menarik anak panah ke belakang untuk kemudian melesat dengan kekuatan penuh ke depan. Pj. Wali Kota berharap para peserta dapat menikmati dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius namun tetap santai.

“Tanggalkan seluruh atribut pribadi panjenengan semua. Fokus pada pelaksanaan tugas, biar semua terasa menyenangkan dan cepat. Jangan sampai tiga hari terasa seperti tiga tahun,” pesannya.

Dalam pelaksanaan retreat yang bersinergi dengan Korem 082/CPYJ, Mas Pj juga menekankan pentingnya mentalitas kuat bagi para kepala perangkat daerah. Ia menginstruksikan kepada jajaran penyelenggara dan PJU Korem untuk memastikan para peserta retreat pulang dengan semangat baru.

“Kalau saat ini masih kambing, pulang dari retreat semua harus jadi harimau. Ini penting, karena saya serius mempersiapkan masa transisi ini dengan baik. Kita sudah cukup perform dalam pelaksanaan tugas, meskipun banyak jabatan OPD yang kosong. Tahun 2025 nanti, dengan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih, panjenengan semua harus siap,” tambahnya.

Sebagai pilot project, pelaksanaannya diharapkan bisa menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lainnya. Menariknya, dalam upaya menjaga fokus dan konsentrasi, Ali Kuncoro juga menginstruksikan agar seluruh peserta menyerahkan ponsel mereka kepada penyelenggara.

“HP itu jadi distraksi. Saya tidak mau selama tiga hari ini konsentrasi terganggu oleh gadget atau smartphone,” tegasnya.

Sebagai penutup, Mas Pj menyampaikan harapannya bahwa semangat persaudaraan dan kesatuan yang terjalin dalam retreat ini akan terus abadi, meskipun orang datang dan pergi.

“Februari ini F-nya adalah forever. Kita akan terus bersama atas nama persaudaraan dan semangat kesatuan kita,” pungkasnya. (hum/kot/mjf/gk)

Baca juga :