PAD Kabupaten Mojokerto Tembus 630 Milyar

Mojokerto – PAD (Pendapatan Asli daerah) Kabupaten Mojokerto cukup moncer, sudah tembus Rp 630 miliar atau 102 persen. Angka ini lebih besar Rp 13 miliar dari target.

Teguh Gunarko – Sekdakab Mojokerto, mengatakan, capaian PAD secara umum sangat bagus. Bahkan, melesat jauh jika dibandingkan tahun lalu. ’’Seperti yang kami targetkan, dengan potensi yang ada tahun ini, capaian PAD bisa lampaui target,’’ ungkapnya.

Sesuai data bapenda, lanjut Teguh, per Sabtu (10/12), PAD sudah tembus Rp 630,097 miliar dari yang ditargetkan pada P-APBD Rp 616,647 miliar. Angka itu diprediksi akan terus melambung seiring tiga pekan jelang tutup tahun. ’’Sekarang saja sudah 102 persen. Kami yakin, di sisa waktu, angka PAD itu akan terus naik,’’ tegasnya.

Kenaikan ini tentu disebabkan sejumlah faktor. Selain sinergitas dan terobosan di setiap OPD, Pemkab Mojokerto juga terus mengambil peluang sekaligus optimalisasi potensi PAD di segala sektor. Mulai sektor pajak daerah, sektor hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta sektor PAD lain-lain yang sah.

Termasuk optimalisasi yang digencarkan pemda belakangan ini dengan menerapkan pembayaran nontunai pada sektor pajak dan retribusi. ’’Sesuai semangat bupati, semua transaksi harus dilakukan secara cashless. Semua harus serba digital, karena digitalisasi ini akan membuat transparansi keuangan lebih baik dan dapat dipertanggungjawabkan,’’ jelasnya.

Sementara itu, Mardiasih – Kepala Bapenda kabupaten Mojokerto menambahkan, capaian PAD yang melambung tinggi ini tak lain sejalan dengan semangat dan komitmen pemda dalam genjot pendapatan di berbagai potensi yang ada. Pihaknya optimistis, dengan inovasi dan potensi yang ada, PAD bisa terus naik. ’’Terbukti, sampai saat ini, capaian PAD kami secara umum sudah melebihi Rp 13 miliar dari yang kami targetkan pada PAPBD sebesar Rp 616 miliar,’’ ungkapnya.

Melambungnya PAD ini bersumber dari sejumlah OPD yang capaiannya sudah lebih 100 persen. ’’Dari data, ada enam OPD yang sudah melebihi target di tahun ini, di sisa waktu yang ada capaian itu kami prediksi akan terus bertambah,’’ jelasnya.

Sejumlah OPD dengan PAD yang tembus target di antaranya, Dinas Pertanian tembus 143,32 persen atau Rp 832 juta dari target Rp 580 juta, RSUD Prof Soekandar Mojosari mencapai 124,99 persen atau Rp 138,741 miliar dari target Rp 111 miliar, Dinas Lingkungan Hidup, 122,11 persen atau Rp 2,746 miliar dari target Rp 2,249 miliar, RSUD RA Basoeni 121,92 persen atau Rp 73,153 miliar dari target Rp 60 miliar, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah 118,22 persen atau Rp 11,635 miliar dari target Rp 9,842 miliar, Dinas PUPR 114,72 persen atau Rp 1,343 miliar dari target Rp 1,171 miliar, serta Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam 100 persen atau Rp 5,933 miliar. Sementara 10 OPD lainnya, capaiannya di kisaran 90 persen. ’’Artinya, jika di sisa waktu berjalan ini bisa di angka 100 persen. Dipastikan capaian PAD tahun ini akan semakin meningkat,’’ tandasnya.

Mardiasih menegaskan, target Rp 616,647 miliar ini sudah dinaikkan saat perubahan APBD 2022. Dari sebelumnya Rp 558,653 miliar, target naik menjadi Rp 57,994 miliar. Proyeksi kenaikan berasal dari sejumlah sektor. Yakni, Rp 15,1 miliar dari sektor pajak daerah, Rp 1,1 miliar di sektor hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta Rp 42,6 miliar sektor PAD lain-lain yang sah.(gk/maja)

Baca juga :