
Sejumlah siswa di SMAN 1 Mojokerto mengalami kendala saat mendaftar seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP), setelah akun seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru (SNPMB) mereka belum tersimpan permanen.
Pendaftaran SNBP telah berlangsung sejak Selasa (4/2) kemarin. Kurang lebih ada lima anak yang mengalami kendala tersebut. ’’Kendalanya karena akun mereka belum tersimpan secara permanen,’’ ujar guru BK SMAN 1 Mojokerto Alfiah Muarofah, kemarin.
Ia mengatakan, akun para siswa masih bisa diperbaiki dan disimpan sceara permanen. Sebab, masih ada tenggat waktu hingga 18 Februari nanti.
’’Batas simpan permanen akun SNPMB 2025 berlaku hingga tenggat waktu terakhir masa registrasi. Untuk akun SNPMB peserta SNBP tanggal 18 Februari, sedangkan peserta SNBT-UTBK 27 Maret 2025,’’ paparnya.
Kendati demikian, ia sudah mendorong siswa eligible (memenuhi syarat) untuk segera menyimpan data permanen akun SNPMB 2025 sebelum tenggat waktu terakhir tersebut. Menyusul, sebagai langkah antisipasi jika ada kendala selama proses validasi data. ’’Karena sejumlah tahapan akan dilakukan secara bersama sebelum tenggat waktu terakhir pengisian akun SNPMB,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Pendidikan SMA Cabdindik Provinsi Wilayah Kabupaten Kota Mojokerto Imron Rosadi menyatakan, seluruh lembaga pendidikan telah menyelesaikan pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) sebagai persiapan mendaftar SNBP sejak Senin (3/2) lalu.
Pihaknya memastikan, seluruh lembaga tetap memantau siswa agar bisa menyimapan akun mereka secara permanen. ’’Kalau akun SNPMB tidak disimpan permanen, dan saat validasi data gagal, otomatis tidak bisa mendaftar ke SNBP maupun SBNT,’’ tegasnya.
Imron menambahkan, tahap terkini para siswa yang masuk kategori eligible bisa mulai mendaftar SNBP pada 4 sampai 18 Februari 2025. ’’Kami harap, peserta didik tidak melewatkan langkah ini agar bisa mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi sesuai jalur yang diinginkan,’’ pungkasnya. (rdr/mjf/gk)