Bantu Penanganan Stunting, Komisi IX DPR RI Minta Kemenkes Libatkan Perawat dan Bidan

Ilustrasi perawat bantu intervensi stunting /dok. Unsplash Bermix

Edy Wuryanto Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak perawat dan bidan untuk membantu intervensi stunting di lapangan. Utamanya, untuk memberikan masukan penanganan stunting.

Menurut Edy, Kemenkes belum melibatkan sepenuhnya tenaga kesehatan (nakes) di luar dokter untuk membantu penanganan stunting. Padahal, keterlibatan seperti perawat, bidan, bahkan ahli gizi dinilai penting.

”Saya minta Kementerian Kesehatan juga ajak tenaga kesehatan di luar dokter. Ini bertujuan agar masukan kepada pemerintah lebih beragam,” ucap Edy melalui pernyataan resmi yang diterima Health Liputan6.com baru-baru ini.

“Dalam public health nursing, keterlibatan perawat, ahli gizi, dan bidan masih terabaikan. Padahal, itu penting agar keluarga mandiri.”

Selanjutnya, intervensi stunting yang bisa dilakukan adalah kepada ibu hamil, terutama pada ibu dengan kondisi kurang energi kronis (KEK). Politeknik Kesehatan (Poltekkes) yang berada di daerah juga bisa digerakan untuk membantu intervensi terutama di tingkat keluarga. “Poltekes dapat membantu layanan kesehatan primer,” lanjut Edy.

Adapun angka stunting di Indonesia pada tahun 2022 turun menjadi 21,6 persen, dari sebelumnya 24,4 persen pada 2021. Angka ini sebagaimana hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilakukan Kemenkes sejak 2021, yang diulang setiap setahun sekali. (lptn/gk/mjf)

 

Sumber : https://www.liputan6.com/health/read/5208371/intervensi-stunting-kemenkes-perlu-libatkan-perawat-dan-bidan

Pedagang Tambah Stok Buah di Tengah Meningkatnya Permintaan Saat Ramadan

Baca juga :