Pemerintah Kabupaten Mojokerto mengelar Pilkades serentak pada 14 September mendatang. Terdapat tiga desa yang dipetakan oleh Polres Mojokerto menjadi daerah rawan akan konflik.
Tiga desa tersebut yakni Desa Rejosari Kecamatan Jatirejo, Desa Temon Kecamatan Trowulan, dan Desa Ngarjo di Kecamatan Mojoanyar. Hal tersebut dipetakan setelah petugas melakukan analisa dan pemetaan guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
Kapolres Mojokerto AKBP Wiwit mengatakan, kerawanan tersebut dilihat dari sejumlah aspek penilaian. Utamanya, indeks penilaian dari Sat Intelkam Polres Mojokerto. Di antaranya, jumlah cakades, incumbent, hingga sejumlah permasalahan yang pernah terjadi di desa tersebut sebelumnya.
“Ada beberapa faktor (dan) indeks yang memang sebelumnya sudah ditetapkan. Misalnya, calon Kades ada dua atau lima, itu kan berbeda. Termasuk kerawanannya. Pasti yang lebih rawan kan yang lebih banyak (calon) karena massanya terpecah,” ungkapnya, Kamis (08/09/2022).
Dari hasil pemetaan, terdapat tiga desa yang masuk kategori rawan bakal mendapat pengamanan khusus dari kepolisian.
Untuk itu, tiga desa ya g menjadi atensi kerawanan saat Pilkades serentak nanti, akan mendapatkan perhatian serius diantaranya akan ada peningkatan jumlah personel yang disiagakan hingga patroli yang dilakukan secara intensif hingga hari H.
“Untuk money politic, kita antisipasi dengan adanya Gakkumdu. Satgas Gakkumdu sudah dibentuk dibawah Bupati, kita tidak bekerja sendiri. Gakkumdu berjalan karena laporan masyarakat yang kita tindak lanjuti,” urainya.
Nantinya, Polres Mojokerto melibatkan 1.200 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, hingga linmas, untuk mengamankan 204 tempat pemungutan suara (TPS) di 33 desa yang ada di 12 kecamatan. Mulai dari wilayah Trowulan hingga Ngoro.
Tak hanya itu, guna mengantisipasi kemungkinan buruk, seluruh unit di Satsabhara Polres Mojokerto dilibatkan. Mulai dari Unit Dalmas hingga K9. Bahkan, 14 September mendatang, satu kompi BKO Satbrimob Polda Jatim turut disiagakan. (fad/gk)
Baca juga :