Presiden Gelar Rapat Kabinet Terbatas Bahas Mahalnya Harga Beras di Pasaran, Begini Kata Bapanas

Arief Prasetyo Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) saat menyampaikan pemaparan terkait persediaan beras nasional untuk kebutuhan Januari-Februari 2024 di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (18/1/2024). Foto : Antara

Joko Widodo Presiden mengadakan rapat kabinet terbatas, membahas masalah kelangkaan stok dan mahalnya harga beras, di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin pagi (12/2/2024),

Sejumlah menteri dan kepala lembaga yang dipanggil ke Istana Kepresidenan antara lain Menteri Keuangan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Perdagangan, dan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Dalam keterangannya usai rapat, Arief Prasetyo Adi Kepala Bapanas mengatakan, Presiden memerintahkan para menteri dan kepala lembaga terkait segera mendistribusikan stok beras Bulog ke pasar tradisional dan modern.

Mengenai kelangkaan stok dan melonjaknya harga beras di pasaran, Arief bersama Dirut Perum Bulog akan berkoordinasi dengan para peritel untuk mencari solusi terbaik.

Dia menegaskan, kelangkaan dan naiknya harga beras tidak ada kaitannya dengan Pemilu 2024 atau periode libur panjang peringatan Isra Mikraj dan Hari Raya Imlek tahun ini.

“Jadi, perintah Bapak Presiden adalah banjiri pasar dengan stok beras Bulog yang ada. Kami ditugaskan hari ini untuk mendistribusikan stok beras Bulog yang ada ke pasar. Pagi ini saya bersama Pak Dirut Bulog dan Menteri BUMN akan ke Pasar Induk Beras Cipinang untuk memastikan bongkar beras dari port langsung ke Cipinang, dan bisa langsung didistribusikan,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Sebelumnya, Kepala Bapanas menyatakan pemerintah kekurangan cadangan beras sebanyak 2,4 juta ton periode Januari-Februari 2024. Hal itu yang menyebabkan harga beras mahal.

Karena musim panen raya di dalam negeri baru mulai bulan Maret 2024, pemerintah akan mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Arief menegaskan, impor beras dilakukan dengan sangat terukur sesuai kebutuhan, supaya tidak mengganggu stabilitas harga di tingkat petani.

Sementara itu, Roy Nicholas Mandey, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) meminta pemerintah mengeluarkan kebijakan.

Antara lain, merelaksasi Harga Eceran Tertinggi (HET), Harga Acuan dan aturan mainnya, untuk mencegah kelangkaan beras, serta bahan kebutuhan pokok masyarakat lainnya di toko ritel modern. (ssnet/gk/mjf)

Nekat Cabuli Anak Tetangga, Kakek asal Mojokerto Dituntut 6 Tahun Penjara

Baca juga :