Ternyata Ini Alasan Tidak Boleh Sembarangan Modifikasi Knalpot Sepeda Motor

Kesan racing ditonjolkan lewat footstep underbone dan knalpot kustom. (Septian/Liputan6.com)

Knalpot menjadi salah satu komponen yang cukup penting di sistem kendaraan bermotor. Memiliki fungsi sebagai saluran pembuangan gas sisa pembakaran, mengurangi emisi gas buang yang dikeluarkan oleh mesin pembakaran internal, dan sebagai peredam bising dari sistem pembuangan kendaraan, knalpot sejatinya jangan dilakukan modifikasi sembarangan.

Seperti yang dikutip dari liputan6.com, saat ini banyak ditemui di jalan, beragam motor knalpotnya telah dimodifikasi menjadi tidak standar. Tujuannya adalah agar performa yang dihasilkan kendaraan menjadi lebih optimal, serta untuk membuat suara kendaraan menjadi lebih gahar atau sporty.

Biasanya yang dipasang adalah knalpot racing, yang memiliki karakteristik berupa suara yang lebih meledak-ledak dan kencang.

Penggantian knalpot standar pabrikan ke knalpot racing sesunguhnya tidak dianjurkan, karena knalpot standar sudah dirancang sesuai spesifikasi kendaraan dan regulasi yang diatur.

Dilansir dari laman resmi Wahana honda, ini beberapa alasan mengapa knalpot standar pabrik lebih dianjurkan dibandingkan knalpot modifikasi.

Meredam Suara dari Ruang Bakar

Fungsi utama knalpot adalah meredam suara bising dari ruang bakar. Suara bising dihasilkan dari ledakan yang terjadi pada ruang bakar akibat proses pembakaran antara udara dan bahan bakar.

Agar suara yang dilepaskan oleh mesin tidak terlalu keras maka harus diredam dulu di knalpot. Apabila knalpot standar diganti menjadi knalpot racing maka suara yang dihasilkan akan lebih kencang dan dapat mengganggu pendengaran.

Ini alasan mengapa knalpot racing hanya cocok diaplikasikan pada motor balap yang peruntukannya untuk sirkuit balap saja.

Knalpot standar pabrik sudah didesain dan dirancang mengikuti regulasi terkait tingkat kebisingan yang bisa diredam, sehingga sangat dianjurkan untuk tidak diganti.

Mengurangi Emisi Gas Buang

Knalpot standar sudah didesain dan dirancang sedemikian rupa melalui berbagai macam pengujian dan disesuaikan dengan standar dan spesifikasi mesin kendaraan sehingga dianggap bisa mengurangi emisi yang dihasilkan dari gas sisa pembakaran di ruang bakar.

Dengan melakukan modifikasi knalpot menjadi tidak standar dapat menyebabkan emisi yang dihasilkan menjadi lebih buruk. Karena spesifikasi knalpot yang tidak sesuai dengan standar mesin maka dapat menyebabkan efisiensi pembakaran menjadi tidak optimal.

Walaupun emisi yang dihasilkan dari asap kendaraan bermotor tidak bisa dihilangkan namun bisa diminimalisir jumlahnya. Caranya adalah dengan tetap menggunakan knalpot standar bawaan pabrik.

Membatalkan Garansi

Apabila terjadi masalah maupun kerusakan pada motor Anda, klaim garansi masih bisa dilakukan apabila motor Anda masih terlindungi oleh asuransi.

Namun pihak asuransi hanya mau menanggung perbaikan masalah atau kerusakan motor Anda apabila motor dalam kondisi yang masih standar. Apabila terdapat modifikasi atau penggantian komponen ke yang bukan standar pabrik maka asuransi akan menolak klaim yang diajukan.

Seandainya pada motor terjadi masalah pada bagian knalpot, jangan dikerjakan sendiri. Minta tenaga ahli untuk menanganinya, kunjungi langsung bengkel AHASS terdekat, sekaligus lakukan pemeriksaan dan perawatan motor berkala secara rutin di bengkel AHASS agar seluruh fitur dan komponen sepeda motor tetap bisa bekerja secara optimal. (lptn/gk/mjf)

 

Sumber : https://www.liputan6.com/otomotif/read/5445903/jangan-sembarangan-modifikasi-knalpot-sepeda-motor-ini-alasannya?page=2

Pedagang Tambah Stok Buah di Tengah Meningkatnya Permintaan Saat Ramadan

Baca juga :