Awal Tahun 2022, Angka Kasus DBD di Kabupaten Mojokerto Melonjak

Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Mojokerto mengalami tren peningkatan pada awal tahun ini. Sejauh ini sudah ada 18 kasus yang tercatat.

Dari data yang dihimpun Reporter Maja FM dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, 18 kasus DBD ini tersebar di sejumlah Kecamatan.

Ikfina Fahmawati Bupati Mojokerto mengatakan, sampai saat ini pemerintah masih berusaha menekan angka kasus DBD terutama di wilayah endemik dan fogging, untuk memberantas jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan DBD.

Selain itu pihaknya akan mengumpulkan seluruh dinas terkait yang melibatkan kader kesehatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) tingkat desa, untuk menekan kasus terutama di sembilan kecamatan yang dilanda DBD.

Dia menegaskan, Dinkes Kabupaten Mojokerto agar cepat tanggap untuk merespons dalam pencegahan penyebaran penyakit DBD.  “Ada Kader PSN di setiap wilayah ini perlu kita tingkatkan lagi karena kita masih fokus penanggulangan Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Ulum Rokhmat Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto menambahkan, pihaknya telah mengoptimalkan penanganan kasus DBD yang menerpa sembilan kecamatan tersebut.

Meski sebelumnya sempat terjadi satu kasus kematian seorang anak berumur enam tahun di Desa Parengan, Kecamatan Jetis beberapa waktu lalu.

“Kalau status wabah (DBD) belum karena bersamaan perubahan cuaca musim hujan sehingga populasi nyamuknya bangun (Aedes Aegypti),” ucapnya.

Menurut Ulum, upaya fogging akan dilakukan untuk mencegah penyebaran nyamuk Aedes Aegypti di wilayah yang terjangkit DBD. Disisi lain, masyarakat diimbau menerapkan 3M+ yaitu menguras, mengubur dan menutup wadah yang berpotensi jadi sarang nyamuk.

“Kita perlu meningkatkan kewaspadaan diri terkait diagnosa sehingga jangan sampai ada korban akibat DBD,” ujar Ulum.

Sebelumnya, di awal tahun 2022 diketahui seorang anak berusia enam tahun di Desa Parengan, Kecamatan, Jetis, Kabupaten Mojokerto meninggal dunia karena diduga terserang DBD.

Sementara itu data yang dihimpun, 18 kasus DBD yang tercatat di Dinas Kesehata tersebar di sembilan Kecamatan. Diantaranya, tiga kasus di Kecamatan Sooko, Kecamatan Mojosari, Kecamatan Kutorejo. Dua kasus masing-masing di Kecamatan Puri, Kecamatan Jetis, Kecamatan Dlanggu, dan satu kasus di Kecamatan Pungging, maupun Kecamatan Dawarblandong. (fad/gk/mjf)

Baca juga :