Puncak Musim Penghujan Diprediksi Hingga Akhir Februari, Status Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Mojokerto Diperpanjang

Pembersihan sungai dikawasan Mojoanyar beberapa hari lalu. Foto : Reporter Maja FM

Masih tingginya curah hujan dan potensi bencana di Kabupaten Mojokerto, membuat status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi diperpanjang.

Berdasarkan keterangan dari BPBD Kabupaten Mojokarto, status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi diperpanjang hingga 28 Februari 2022 mendatang.

Djoko Supangkat Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto mengatakan, perpanjangan status tanggap darurat bencana ini mengacu pada masih masuknya musim penghujan yang cukup berpotensi terjadi bencana alam. Baik longsor, banjir, hingga angin puting beliung

Hal itu berdasarkan surat keputusan (SK) Bupati Mojokerto Nomor 188.45/27/HK/416-012/2022 tentang Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi diperpanjang hingga Akhir Februari 2022.

Dengan diperpanjangnya status BPBD kini fokus meningkatkan pengawasan didaerah rawan terjadi bencana banjir, longsor dan terutama angin kencang yang sering melanda permukiman penduduk.

Bahkan akibat angin kencang menyebabkam pohon tumbang hingga merenggut korban jiwa seperti kejadian di Jolotundo, Kecamatan Trawas dan merobohkan tiang listrik yang menimpa warga di Dusun Pemunggulan, Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang beberapa waktu lalu.

“Tanggap darurat bencana hingga 28 Februari dan fokus kita saat ini tidak lagi banjir melainkan potensi bencana angin kencang di sejumlah wilayah Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya, seperti yang dihimpun Reporter Maja FM, Rabu (12/01/2022).

Djoko menyebut, saat ini masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana angin kencang. Apalagi bencana angin kencang sulit terdeteksi dan lokasinya berpindah-pindah sehingga sulit dipetakan.

“Puncak cuaca hujan diperkirakan Januari-Februari, kita perlu waspada karena berubah-uba. Misalnya sesuai mitigasi wilayah potensi bencana longsor dan banjir terutama di Gondang dan Trawas, Pacet, Jatirejo, justru terjadi bencana angin kencang,” tandasnya. (fad/gk/mjf)

Baca juga :