Tekan Kasus Stunting, DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto Bentuk 862 Tim Khusus

Dalam percepatan penurunan kasus Stunting di Kabupaten Mojokerto, Pemda terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya dilakukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto dalam membentuk 862 Tim Percepatan Penurunan Stunting.

Informasi yang dihimpun Maja FM, ratusan Tim Percepatan Penurunan Stunting pendamping keluarga yang terdiri dari tenaga kesehatan dan melibatkan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ditingkat desa.

Siti Aisiah Sekretaris DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto mengatakan, pembentukan ratusan Tim Percepatan Penurunan Stunting hingga tingkat desa untuk melakukan sosialisasi. Termasuk pendampingan terhadap keluarga yang beresiko terjadi kasus stunting.

Sebab kata Siti Aisiah, percepatan penurunan kasus Stunting merupakan program prioritas dan menjadi atensi dari Jokowi Presiden, yang memerintahkan Kepala Daerah fokus menekan angka kasus stunting.

“Kita akan melakukan pendampingan dan ranah kami adalah pencegahan hulu terutama pendampingan bagi keluarga yang berisiko terhadap kejadian Stuting,” ungkapnya, Minggu (19/12/2021).

Tujuan pembentukan tim Percepatan Penurunan Stunting ini sebagai upaya pencegahan kasus Stunting dari hulu. Sehingga Siti berharap angka kejadian kasus Stunting dapat turun di Tahun 2022 mendatang.

“Pendampingan Stunting dilakukan mulai dari calon pengantin (Catin), ibu hamil dan pasca melahirkan,” terangnya.

Secara terpisah, Susi Kabid Pemberdayaan dan Peningkatan Keluarga Sejahtera DP2KBP2 mengatakan, tim itu sudah ada sejak Juni 2021 dan sampai saat ini terus berjalan melakukan pendampingan terhadap keluarga. Harapannya dapat efektif dalam pencegahan dan penurunan kasus Stunting. (gk/ADV)