Polisi Selidiki Robohnya Bangunan Masjid di Lingkungan SMK 1 Muhammadiyah Kota Mojokerto

Penyebab robohnya bangunan Masjid di lingkungan SMK 1 Muhammadiyah di Jalan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto diselidiki. Polisi bakal memanggil sejumlah saksi untuk mencari tahu penyebab bangunan majid yang baru di bangun satu bulan tersebut.

AKBP Rofiq Ripto Himawan Kapolres Mojokerto memastikan, pihaknya akan melakukan pengumpulan data dan memanggil sejumlah saksi yang terkait dengan proyek pengerjaan masjid di lingkungan sekolah swasta ini.

“Pihak-pihak terkait yang bertanggung jawab sedang ingin dilakukan pendataan, siapa-siapa saja yang bertanggung jawab. Termasuk sumber anggaran, termasuk penanggung jawab proses pembangunan,” ungkapnya, Jumat (03/12/2021).

Kapolresta bilang , pemanggilan pihak-pihak terkait yang bertanggung jawab dalam pembangunan masjid sejak bulan November lalu itu, bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kerusakan. Disebabkan faktor alam maupun faktor human error dalam proses pengerjaan, atau adakah salah perencanaan.

“Karena dari situlah kita bisa mengkontruksikan, apakah ini sebuah peristiwa di luar dari kontek kesalahan yang terjadinya apakah karena alam, atau memang dari tahapan perencanaan ada yang perlu kita luruskan,” kata Rofiq.

Police line dibentangkan di bangunan berukuran 8 meter persegi yang runtuh. Sebab pihak kepolisian melakukan status hukum sementara atas runtuhnya bangunan secara merata di SMK 1 Muhammadiyah ini.

“Ya (police line), sementara kita lakukan status hukum dulu. Tentunya tidak meninggalkan bahwa hukum dibuat tiga pilar utama yang harus kita tegaskan. Pertamanya harus menciptakan rasa adil, kedua ciptakan metode aturan main, dan ketiga ciptakan kemanfaatan untuk masyarakat, lingkungan, negara dan bangsa,” tandasnya. (fad/gk/mjf)

Baca juga :