Cari Singkong, Warga Mojokerto Temukan Struktur Batu Bata Kuno Hingga Pecahan Artefak

Sebuah situs yang diduga peninggalan era kerajaan kembali ditemukan di Mojokerto. Selain menemukan tumpukan batu bata kuno, warga juga mendapati sekitar 20 keping artefak gerabah dan keramik.

Informasi yang dihimpun Reporter Maja FM, penemuan situs kerajaan itu ditemukan diatas lahan pertanian milik warga di Dusun/Desa/Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto saat akan memanen singkong.

Syamsul Arifin, warga setempat mengatakan, penemuan situs di area persawahan itu milik Tulus, yang ditemukan warga saat akan menggarap sawah untuk kembali ditanami.

Di atas lahan seluas 800 meter persegi itu warga menemukan susunan bata kuno berukuran sekitar 4 meter persegi yang sudah ditampakkan. Bukan hanya itu, warga juga menemukan pecahan gerabah maupun keramik dengan ukuran cukup bervariatif.

Mulai dari sekitar 5 cm hingga 20 cm, artefak berbahan keramik tersebut berwarna dasar putih, dengan corak dan berwarna biru keunguan berpola melingkar hingga uleg-uleg hingga dakon.

Sejumlah artefak tersebut ditemukan warga saat menampakkan tatanan batu bata kuno beberapa hari lalu. Posisi kepingan artefak tersebut berada di atas susunan bata kuno.

”Kita temukan itu dilapisan atasnya, berserakan ndak beraturan. Dan kondisinya sudah jadi kepingan itu sejak kami temukan,” terangnya, Kamis (02/12/2021).

Dia menjelaskan, tumpukan batu bata kuno dan sejumlah pecahan yang diduga bekas peninggalan era kerajaan ini ditemukan disekitar punden yang biasa disebut warga Punden Mbah Wiroseno. Hanya berjarak sekitar 7 meter dari titik susunan batu bata kuno itu ditemukan.

”Itu kita temukan sekitar tahun 2013 lalu, dan sudah kita laporkan ke BPCB Jatim Maret lalu,”terangnya.

Kini sejumlah temuan tersebut telah diamankan warga, guna mencegah penyalahgunaan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Terkait sejumlah temuan baru yang didapati sekitar sepekan lalu itu, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan pihak BPCB Jatim guna dilakukan pengecekan lokasi. Hal itu bertujuan untuk memastikan apakah temuan tersebut terkategori cagar budaya atau tidak.

”Untuk temuan baru ini kita sudah laporkan ke BPCB dan katanya mau di cek sekitar tanggal 12 bulan depan,” tandasnya. (fad/gk/mjf)

Baca juga :