DPRD Sebut Ada 18 Galian di Kabupaten Mojokerto Yang Diduga Ilegal

Setidaknya ada 18 galian ilegal yang tersebar disejumlah Kecamatan di Kabupaten Mojokerto.Bukan hanya mengancam terjadinya bencana alam, maraknya galian yang diduga illegal minning, juga berpotensi mengancam cagar budaya lereng Gunung Penanggungan.

Terlebih saat ini musim penghujan rawan terjadi longsor dan bencana yang dapat mengancam keselamatan warga sekitar. Mengingat, beberapa lokasi galian juga dekat dengan pemukiman rumah warga.

Informasi yang dihimpun Reporter Maja FM, maraknya galian yang diduga ilegal ini diketahui setelah DPRD Kabupaten Mojokerto melakukan inspeksi mendadak (sidak) galian C ilegal pada Selasa lalu (16/11/2021) dilokasi galian C di Kecamatan Ngoro.

Dan hasilnya, ditemukan sejumlah penambang yang izinnya habis bahkan tak memiliki izin. Diantaranya Dusun/ Desa Srigading dan Dusun Sekatong, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

M. Santoso Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto mengatakan, hasil sidak lokasi galian yang dilakukan beberapa hari lalu ditemukan banyak kerusakan alam yang luar biasa. Mulai dari banyaknya saluran air terputus hingga kedalaman galian.

“Dan sangat membahayakan warga sekitar. Apalagi dekat dengan pemukiman yang bisa membahayakan masyarakat sekitar jika terjadi bencana seperti longsor banjir bandang dan lainnya,” ungkapnya.

Untuk itu, dewan meminta agar Pemkab Mojokerto segera mengambil langkah cepat dalam mengatasi permasalahan ini. Mengingat dewan menduga terdapat 18 galian ilegal yang tersebar di Kabupaten Mojokerto.

“Kita meminta agar pemerintah kabupaten Mojokerto segera melakukan reaksi cepat dalam perkara ini agar tidak berlarut-larut,” tegasnya.

Pria yang juga seorang Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan, setidaknya ada 18 galian C yang diduga tidak mengantongi izin alias ilegal yang tersebar di Kabupaten Mojokerto.

“Kemarin di satu Kecamatan saja yakni di Ngoro, ada 4 galian. Meski satu diantaranya memiliki izin tapi saya yakin sudah melebihi titik koordinat, galian itu berada di Desa Srigading sama Kutogirang. Tapi kalau memang ada izinnya kita tertibkan prosedur penggaliannya. Apakah sudah sesuai aturan atau seperti apa,” bebernya.

Dia juga mengatakan, apalagi lokasi galian yang berada di Desa Srigading diketahui berada di kawasan cagar budaya yang dilindungi yakni masuk diarea BPCB. Apalagi area tersebut diketahui terintegrasi dengan petirtaan Jolotundo yang diduga banyak menyimpan situs.

“Merubah bentuknya saja tidak boleh apa lagi di gali. Gak mungkin ada izinnya, gimana keluar izinnya. Kalau pemerintah merekomendasi jelas hukumnya,” tandasnya. (fad/gk/mjf)

Baca juga :