Peringati Hari Pahlawan, Siswa SMP di Kota Mojokerto Mengenakan Pakaian Profesi, Adat Hingga Pejuang

Siswa SMP di Kota Mojokerto tidak mengenakan seragam seperti biasa. Seperti yang terlihat pada Rabu (10/11/2021), mereka mengenakan pakaian profesi, adat istiadat, bahkan prajurit pejuang Kemerdekaan RI dalam rangka menyambut hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November.

Informasi yang dihimpun Reporter Maja FM, di SMPN 1 Kota Mojokerto, para siswa mengenakan kostum atasan dan bawahan doreng layaknya atribut TNI-Polri, profesi guru, dokter, perawat, TNI-Polri, santri, dan pakaian adat Jawa, Madura, hingga ala pejuang tahun 1945.

Bahkan dalam memperingati hasi pahlawan kali ini, para siswa juga melakukan upacara bendera. Hal ini dilakukan usai dua tahun ini vakum tak ada pelaksanaan karenak pandemi Covid-19.

Salah satunya Bintang Trisatya (15), siswa kelas 9 itu sengaja mengabadikan momen kebersamaan kawan-kawannya dengan berbagai pakaian profesi. Ia memilih menggunakan pakaian seorang TNI-AD, karena ingin menjadi seorang tentara nantinya.

“Senang saja bisa kembali dilaksanakan. Dua tahun tidak dilaksanakan karena pandemi, walau harus pinjam bajunya dari teman kakak,” ungkapnya.

Dia juga menganggap tradisi penggunaan pakaian khusus mengenang jasa pahlawan setiap tahun, merupakan cara khas sekolahnya dalam menghargai para pejuang yang telah gugur untuk Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kita juga jangan lupa berdoa untuk jasa para pahlawan kita. Tetap meneruskan kebaikan para pahlawan. Sebagai pelajar tentunya harus belajar dengan sungguh-sungguh,” ucap Bintang.

Sementara itu, Widya Budi (44) Wakasek Kesiswaan SMPN 1 Kota Mojokerto menjelaskan, kegiatan penggunaan berbagai pakaian profesi, adat istiadat, hingga ala pejuang kemerdekaan RI merupakan kegiatan tahunan sejak lama dalam memperingati hari Pahlawan yang diperingati tiap 10 November.

“Dua tahun tidak pernah kita adakan acara seperti ini, ya karena pandemi Covid-19 melanda. Sehingga membuat segala aktivitas belajar mengajar. Termasuk peringatan Hari Pahlawan dilakukan secara daring sejak tahun 2019 sampai 2020 lalu,” terangnya.

Namun sejak Kota Mojokerto masuk Level 1. Kegiatan tersebut kembali dilaksanakan usai Kota Mojokerto masuk Level 1 sesuai Imendagri Nomor 57 Tahun 2021. Meski harus dengan protokol kesehatan ketat.

“Ini memang tradisi di sekolah kami, sudah dua tahun vakum. Siswa dibebaskan pakai baju apapun, seperti profesi, adat istiadat, pejuang, maupun santri. Ini juga masih dalam masa pandemi, jadi tidak memaksa mengenakan pakaian tradisonal. Tapi anak-anak antusias sekali ternyata,” ucapnya.

Widi sapaan akrabnya menambahkan, penggunaan pakaian-pakaian tersebut merupakan cara sekolah mengajarkan siswa pada hari Pahlawan setiap 10 November.

“Dari pakaian itu siswa diajarkan memaknai Hari Pahlawan sesuai persepsi mereka seperti apa. Disitu mereka akan paham. Identitas bangsa Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika dalam menjaga kesatuan NKRI,” tandasnya. (fad/gk/mjf)

Baca juga :