Rencana Pembangunan Jalur Baru di Cangar – Pacet, Bakal Membelah Kawasan Hutan Lindung

Jalur penyelamat di tikungan gotekan. Foto ; doc Reporter Maja FM

Upaya pemerintah dalam menekan angka kecelakaan akibat rem blong di jalur cangar, Pacet, Kabupaten Mojokerto, yakni merencanakan pembangunan jalur alternatif. Rencananya jalur turunan itu bakal membelah kawasan hutan lindung.

Margono Aspar BKPH Pacet KPH Pasuruan mengatakan, perhutani mendukung penuh rencana pembangunan jalur alternatif turunan Cangar, Pacet. Apalagi rencana pembangunan jalan alternatif itu diwacanakan sejak dua tahun silam.

Bukan hanya itu, pihaknya turut mendorong upaya tersebut dengan mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No 9 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial guna pengalihfungsian kawasan hutan tersebut.

Dia menjelaskan, nantinya pembangunan jalur alternatif itu bakal berdiri di atas lahan dengan luas sekitar empat hektare, yang bakal membelah kawasan hutan lindung dan hutan produksi.

“Kami pastikan itu hanya sebagian kawasan hutan lindung dan produksi yang bakal kena imbasnya. Setelah kami survey beberapa waktu lalu itu yang kena cuma beberapa petak saja, jadi ndak akan menyulitkan (proses alih fungsi),” ungkapnya.

Namun Margono mendorong pihak terkait terutama Pemkab Mojokerto, agar segera bersurat ke Pemprov Jatim terkait pembebasan sekaligus alih fungsi kawasan hutan itu.

“Sebab, Gubernur masih punya wewenang terkait hal tersebut. Kalau kurang dari lima hektare itu ndak (begitu) ribet (administrasinya) ndak dari bawah lagi. Jadi supaya bupati bersurat ke gubernur terkait jalan yang dimohon itu. Justru gubernur ada kewenangan, jadi pemprov yang langsung ke kementerian,” bebernya.

Sementara itu, Yoyok Kristyowahono Plt Kepala UPT P3 LLAJ Mojokerto menjelaskan, perencanaan pembangunan jalan alternatif turunan Cangar, Pacet disebabkan oleh tingginya angka kecelakaan pada jalur turunan Cangar, Pacet.

Sehingga dia memilki opsi yakni diberlakukannya satu jalur di wilayah Gotekan, Cangar Pacet dan rencana pembangunan jalur baru tersebut.

“Pemberlakuan satu jalur itu rencananya diberlakukan bagi pengguna jalan dari arah Mojokerto ke Batu. Sementara dari arah sebaliknya bakal dialihkan ke jalur baru,” terangnya.

Hingga kini pihaknya masih terus berupaya melakukan koordinasi dengan pihak kementerian kehutanan dan pihak terkait.

Sementara titik jalur baru tersebut rencananya bakal dibangun di sekitar Wisata Edukasi Sendi (WET) Sendi 2 sampai disekitar Wisata Kali Kromong. Diperkirakan, jalur baru tersebut memiliki panjang lebih dari tiga kilo meter dengan menyesuaikan kontur dan kemiringan yang ada.

“Kita tarik sampai di situ supaya turunannya tidak terlalu curam karena kita juga sesuaikan dengan konturnya supaya bisa landai,” tandasnya. (fad/gk/mjf)

Baca juga :