8 Tempat Karaoke di Kota Mojokerto Beroperasi, Jika Langgar Prokes Akan Ditutup Total

Sebanyak 8 tempat hiburan malam (Karaoke) di Kota Mojokerto mulai beroperasi. Selain harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi, ancaman bagi karaoke yang melanggar protokol kesehatan, maka akan ditutup total.

Heryana Dodik Arimurtono Kepala Satpol PP Kota Mojokerto mengatakan, tempat hiburan malam atau karaoke mulai beroperasi sejak Jum’at ( 08/10/2021) lalu, dengan syarat utama mengunakan QR code Aplikasi PeduliLindungi.

Selain itu, jam operasional karaoke juga hanya dibatasi sampai 9 jam saja. Yakni terhitung mulai pukul 12.00 WIB sampai 21.00 WIB.

“Itu sudah sesuai dengan SE Satgas Covid-19 Kota Mojokerto yang baru,” terangnya, Selasa (12/10/2021).

Dalam SE tersebut tertera, kembali dibukanya tempat hiburan malam karaoke harus ada beberapa poin yang harus dipenuhi.

Diantaranya pengecekan oleh Disparpora Kota Mojokerto, menggunakan QR code Aplikasi PeduliLindungi, dan juga akan dilakukan pengawasan secara berkala maupun mendadak oleh Tim Satgas Covid-19.

“Nanti yang melakukan pemantauan bukan hanya Satpol-PP PP saja, tapi bisa TNI maupun Polisi juga bisa, karena mereka bagian dari Satgas,” tegasnya.

Dia menjelaskan, dibukanya kembali tempat hiburan malam atau karaoke juga terdapat pembatasan jumlah pengunjung yang sudah tersistem dalam aplikasi PeduliLindungi. “Maksimal 20 persen,” tegasnya.

Dia menegaskan, nantinya jika didapati pelanggar ditengah dibukanya tempat karaoke di Kota Mojokerto, maka petugas tak segan akan memberikan saksi tegas.

“Saksi pertama jika melanggar kita tutup selama satu bulan, jika masih melanggar, maka akan kita tutup selama dua bulan, dan terakhir kalau memang masih melanggar kita akan tutup total,” tandasnya. (fad/and/mjf)

Baca juga :