Antisipasi Kebakaran, Lapas Kelas II B Mojokerto Periksa Instalansi

Antisipasi tragedi kebakaran yang menyebabkan 41 penghuni Lapas Kelas 1 Tangerang, tewas terpangang. Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Mojokerto melakukan deteksi dini pengecekan instalasi aliran listrik.

Hal ini lantaran jumlah penghuni lapas kelas IIB Mojokerto disebut overkapasitas hingga 300 persen.

Kalapas Klas IIB Mojokerto Dedy Cahyadi mengatakan, kegiatan ini tak hanya untuk menindaklanjuti musibah kebakaran yang terjadi di Lapas Kelas 1 Tangerang. Tapi juga karena memang kondisi Lapas Mojokerto yang sudah tua.

Dedy menyebut, pihaknya mendapatkan temuan sejumlah kabel di dalam kamar sel yang tersambung sudah usang dan harus segera dilakukan penggantian. Untuk itu, pihaknya sementara melakukan perawatan kabel-kabel itu secara mandiri terlebih dahulu.

Sebab, untuk tahun depan masih dilakukan pengusulan dibuatkan instalasi yang baru supaya bisa dimasukkan ke dalam anggaran di tahun 2022 nanti.

Selain mengganti kabel usang yang ditemui, lanjut Dedy, pihaknya mensosialisasikan SOP penggunaan instalasi listrik di dalam kamar sel, dan antisipasi kebocoran saluran gas LPG di dapur Lapas.

Salah satunya, wajib mencabut stop kontak jika tak digunakan dan lebih berhati-hati dalam memasak saat menyalakan api kompor.

Tak hanya itu, alat pemadam kebakaran yang ditemukan expayed atau kadaluarsa pun dilakukan pengisian ulang. Sebagai antisipasi adanya percikan api ataupun kebakaran sewaktu-waktu.

Dedy tak memungkiri fakta kondisi Lapas Klas IIB Mojokerto sudah overkapasitas. Dimana seharusnya normal dihuni hanya 344 orang, tapi per hari ini, Kamis, 9 September 2021 penghuni Lapas mencapai 969 orang.

Padahal pihaknya telah berusaha memaksimalkan pembebasan bersyarat (pb), cuti bersyarat (cb), asmiliasi, hingga remisi selama ini. Agar sirkulasi tahanan baru, ataupun yang bebas saling mendukung.

“Untuk Lapas Mojokerto overkapasitas kami 300 persen. Awalnya kapasitas 288 namun ditingkatkan dengan studi kelayakan menjadi 344 orang. Dan perhari ini 9 september mencapai 969 orang,” tandasnya. (fad/mjf)

Baca juga :