Capaian Vaksin Gotong Royong di Jatim Masih Minim

Capaian vaksinasi gotong royong di Jawa Timur masih rendah. Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah saat meninjau pelaksanaan vaksinasi gotong royong di Mitra Produksi Sigaret (MPS), Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jumat (3/9/2021) siang.

Data dashboard Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mencatat, hanya 59 ribu warga Jawa Timur yang menggunakan vaksinasi khusus pekerja atau buruh perusahaan pada tahap pertama.

“Data per Kamis, 2 September 2021 sore kemarin mencatat, dari 10 juta lebih warga Jatim, baru sebanyak 59.000 jiwa yang mengikuti vaksinasi gotong royong dosis pertama. Sementara dosis kedua baru sebesar 37 ribu jiwa,” jelasnya.

Khofifah mengakui, vaksinasi yang berbasis vaksin gotong royong kurang diminati sehingga realisasinya masih sangat kecil sekali. Untuk itu, pihaknya akan lebih intens berkoordinasi dengan semua pihak agar vaksinasi untuk dunia usaha ini pelaksanaannya sesuai dengan yang diharapkan.

“Harapan kita semua perusahaan di wilayah Jatim menggunakan vaksin gotong royong. Seperti yang sudah dilaksanakan di PT HM Sampoerna Tbk dan Mitra Produksi Sigaret (MPS), baik dosis pertama maupun dosis keduanya,” terangnya.

Karena itu, lanjut Khofifah, pihaknya akan lebih intens turun kebawah dan menyempatkan diri untuk hadir memantau secara langsung pelaksanaan vaksinasi gotong royong di perusahaan Jawa Timur.

“Saya hadir ke sini, pertama untuk memberikan apresiasi bahwa HMS dan MPS terus memanfaatkan vaksin gotong royong, ” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengaku bangga dengan komitmen yang ditunjukkan oleh perusahaan MPS Trowulan. Pasalnya, capaian vaksinasi untuk pekerjanya sudah mencapai 100 persen.

Petinggi Pemkab ini berharap, capaian vaksinasi perusahaan MPS Trowulan ini bisa di ikuti perusahaan – perusahaan lain yang ada di Kabupaten Mojokerto. Mengingat jumlah perusahaan di bumi majapahit jumlahnya sangat banyak.

“Kita terus berupaya membantu percepatan vaksinasi di Jawa Timur. Karena semakin cepat vaksinasinya, maka semakin terkendali dan melandai grafik covidnya,” tandasnya. (fad/mjf)

Baca juga :