BMKG Prediksi Cuaca Tak Menentu Terjadi di Mojokerto Meski Musim Kemarau

Pasca hujan yang terjadi di Mojokerto pada beberapa hari yang lalu, BMKG Juanda kelas 1 Surabaya menyebut hal tersebut disebabkan karena perubahan suhu permukaan laut di perairan Jawa Timur.

Meski saat ini telah memasuki musim kemarau, wilayah Bumi Majapahit justru diguyur hujan. Bahkan hujan tersebut disertai kilatan petir dan angin kecang yang menyebabkan beberapa ruko milik pedagang pasar Canggu, Kabupaten Mojokerto tersapu oleh angin kencang.

Kasi Data dan Informasi BMKG Klas I Juanda Surabaya Teguh Tri Susanto menyebut, kondisi yang tengah dialami warga Mojokerto disebabkan adanya perubahan suhu permukaan laut di perairan Jawa Timur.

Ditambah tingginya suhu rata-rata di musim kemarau menimbulkan gumpalan awan hujan. Mulai dari awan statokumolus, nimbostratus, hingga awan kumulonimbus.

”Menurut analisa rekan-rekan forecast, hal ini dikarenakan adanya anomali suhu muka laut positif di sekitar perairan Jatim yang menyebabkan penambahan massa uap air,” ucapnya, Sabtu (21/08/2021).

Tak hanya itu, Teguh juga menerangkan ada faktor lain yang menyebabkan terjadinya hujan di musim kemarau. Yakni adanya gelombang gelombang atmosfer low frequency. Sehingga, sejumlah daerah yang didapati adanya gelombang tersebut berpotensi mengalami cuaca ekstrim.

”Selain itu adanya gelombang atmosfer low frequency yang berada di utara Jawa Timur sehingga menyebabkan peningkatan potensi curah hujan yang cukup signifikan,” tambahnya.

Pihaknya memprediksi, hal tersebut berpotensi terjadi di wilayah Mojokerto Raya dan beberapa daerah di Jawa Timur hingga tiga hari mendatang. Sehingga, dalam beberapa hari kedepan berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Terutama di wilayah pegunungan dan Jawa Timur bagian tengah hingga selatan. (fad/mjf)

Baca juga :