Furniture Produksi Kota Mojokerto di Ekspor ke Jepang Hingga Peru

Pandemi Covid-19 berjalan lebih dari setahun lamanya. Namun kinerja ekspor Kota Mojokerto hingga kini cukup bergeliat. Seperti yang dilakukan ekspor Industri Kecil Mikro (IKM) Kota Mojokerto. Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto mencatat, nilai ekspor Kota Mojokerto pada semester pertama tahun 2021 menembus angka Rp 10 miliar lebih.

Rinciannya, ekspor furniture sebanyak 6.690 buah senilai total Rp 10,018 miliar dan ekspor alas kaki sebanyak 16.100 pasang senilai total Rp 390.926 juta. Belum termasuk ekspor produk lain yang belum terlaporkan. Seperti rokok, serta alas kaki lainnya & mamin (makanan dan minuman) melalui e-marketplace.

Ika Puspitasari atau Ning Ita Wali Kota Mojokerto mengatakan, sejak pandemi, gerak ekonomi secara umum terganggu termasuk aliran ekspor. Hal itu dipicu adanya kebijakan banyak negara yang menghentikan sementara lalu lintas keluar-masuk barang dan manusia. Sehingga menjadi jegalan bagi banyak komoditas ekspor termasuk Kota Mojokerto.

“Produk alas kaki, meubel dan rokok salah satunya. Padahal tiga komoditas ini merupakan produk andalan Kota Mojokerto yang bisa menembus pasar ekspor mancanegara,” ungkap Ning Ita, Jumat (20/8/2021).

Meski sempat terseok-seok, Walikota bersyukur karena perekonomian mulai kembali tumbuh. Hal ini dibuktikan dari ekspor yang terus berjalan saat pandemi maupun pemberlakuan PPKM khususnya furniture yang dilakukan industri orientasi ekspor di PT Dong Lim Furniture Indonesia di Jalan Raya Bypass Kota Mojokerto.

“Salah satu buktinya adalah ekspor furniture yang dilakukan secara rutin setiap minggu oleh PT Dong Lim kedua negara. Yakni Korea dan Jepang yang nilainya kurang lebih Rp 600 juta per minggu. Jadi kalau 1 bulan ya nilainya Rp 2,4 miliar. Kalau satu tahun, ya nilainya Rp 28,8 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, Ani Wijaya – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto mengatakan, negara asia, timur tengah dan Amerika latin menjadi jujukan komoditas ekspor sepatu industri kecil mikro asal Kota Mojokerto. Diantaranya negara Yaman, Jepang, Singapura, Malaysia dan Peru.

“Kalau negara asia yang kita ekspor adalah furniture dan rokok. Sedangkan negara Amerika Latin adalah produk alas kaki berupa sepatu dan sandal,” terangnya.

Ani menjelaskan, tahun 2021 ini ekspor Kota Mojokerto mulai bergairah kembali. Hal itu terlihat hingga akhir Juni 2021, nilai ekspor sudah menembus angka 10 milyar lebih.

“Tahun 2020 lalu, nilai ekspor kita mencapai Rp 23 miliar, dan tahun ini sudah mencapai angka Rp 10 miliar lebih. Padahal ini masih masuk semester pertama. Kita optimis nilainya akan stabil bahkan bisa melampaui tahun sebelumnya,” tandasnya. (fad/gk/mjf)

Baca juga :