Menuju PPKM Level 2, Walikota Gandeng Mahasiswa Jadi Tim Tracing

Sejak 21 Juli 2021 PPKM Darurat telah berganti nama menjadi PPKM berlevel (Level 4, 3, 2, dan 1). Status Level ini diukur berdasarkan 2 kriteria, yakni Indikator Laju Penularan (Angka Konfirmasi, Perawatan RS dan Angka Kematian) dan Indikator Kapasitas Respon (Testing, Tracing dan Treatment).

Dalam hal ini Pemerintah Kota Mojokerto berupaya mempercepat pencapaian Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2. Untuk itu, Walikota Mojokerto Ika Puspitasari meminta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Mojokerto untuk turut serta bergotong royong dalam menangani pandemi Covid-19. Salah satunya adalah melibatkan mahasiswa sebagai tim tracing.

Hal ini disampaikan oleh Ning Ita (sapaan akrab Walikota Mojokerto) dalam silaturahmi bersama sejumlah mahasiswa HMI di Sabha Pamboja Rumah Rakyat  Jalan Hayam Wuruk No 50 Kota Mojokerto, Kamis (05/08/2021).

Dalam pertemuan itu, pihaknya bersama mahasiswa juga membahas berbagai isu. Mulai dari pendidikan, penutupan jalan selama PPKM, bantuan pangan dan bantuan produktif, dan masalah pemakaman warga.

Elang Teja Kusuma, Ketua Umum HMI Cabang Persiapan Mojokerto  menegaskan, bahwa sesuai denga Misi  organisasinya yakni mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Sehingga ia menyatakan bersedia menjadi sebagai tim tracing Kota Mojokerto, khususnya bidang input data.

Selain itu, pihaknya juga berharap Pemerintah Kota Mojokerto bisa menindaklanjuti segala keluhan masyarakat yang sudah disampaikan oleh perwakilan HMI Mojokerto. Khususnya terkait penanganan kasus pemakaman warga Covid-19 yang non muslim.

 

Sumber : Humas Pemkot Mojokerto

Baca juga :