6 Bulan, 92 Kasus Pencurian Terjadi di Mojokerto

Polres Mojokerto mencatat, ada 92 kasus pencurian dan pemberatan (Curat) terjadi di Kabupaten Mojokerto. 92 kasus tersebut terjadi hanya kurun waktu 6 bulan.

Dari data yang dihimpun Reporter Maja FM dari pihak Kepolisian, angka kriminalitas dalam kasus Curat yang terjadi sejak awal bulan Januari hingga Juni 2021 ada 92 kasus yang dilaporkan.

Dikutip dari akun Instagram Resmi Satreskrim Polres Mojokerto, kasus yang paling menonjol terdapat dalam kasus pencurian dengan modus masuk rumah (pekarangan) yang tak dikunci oleh para pemiliknya yang jumlahnya mencapai 30 kasus.

Kemudian, disusul kasus pencurian dan pemberatan dengan modus merusak kunci pintu/pagar yang mencapai 21 kasus.

Lalu kasus pencurian dan pemberatan dengan modus masuk melalui atap jendela 9 kasus, bobol tembok 9 kasus, dan 2 kasus lain dengan modus pecah kaca.

AKP Andaru Kasatreskrim Polres Mojokerto saat dikonfirmasi mengatakan, kasus pencurian dan pemberatan di Kabupaten Mojokerto rata-rata didominasi oleh masyarakat yang teledor dalam menjaga keamanan rumah. Terlebih lupa mengunci pintu atau gerbang, sehingga memudahkan para pelaku kriminal dengan leluasa melakukan aksinya.

“Ada beberapa modus yang dilakukan, namun prosentase yang paling banyak adalah modus masuk pekarangan yang tidak dikunci (32%). Artinya apa? Berarti masih banyak warga yang kurang peduli dengan keamanan barang miliknya sendiri karena rumah yang seharusnya menjadi istananya justru dinomorduakan dengan cara tidak dikunci,” ungkapnya, Jumat (16/07/2021).

Meski demikian, masih tingginya angka kriminalitas diwilayah hukumnya, maka pihaknya terus berupaya melakukan penyelidikan dan pengejaran kawanan pelaku aksi kriminalitas.

Pihaknya menghimbau agar masyarakat semakin waspada, terlebih saat ini dalam kondisi pandemi yang belum usai.

“Nah untuk menekan terjadinya kejahatan khususnya Pencurian dengan Pemberatan biar tidak tejadi, alangkah baiknya kita lebih waspada dalam mengamankan lingkungan dan rumah masing-masing,” paparnya.

Kasatreskrim meminta agar masyarakat meningkat kewaspadaan dengan beberapa cara atau mencegah adanya aksi kriminalitas. Diantaranya selalu mengecek dan memastikan kondisi rumah (mengunci rumah), memasang alarm, atau memanfaatkan CCTV.

“Dan kalaupun rumah harus ditinggalkan dalam keadaan kosong, pastikan rumah dalam keadaan terkunci berlapis-lapis. Jangan lupa juga memberitahukan kepada tetangga dan Ketua RT setempat kalau rumah akan ditinggal untuk sementara waktu,” tegasnya. (fad/gk/mjf)

Baca juga :