Penuh, Pemkot Mojokerto Kembali Buka Balai Diklat Untuk Ruang Isolasi Covid-19

Lonjakan pasien Covid-19 di Kota Mojokerto kian hari semakin menghawatirkan. Imbasnya ruang isolasi yang disediakan telah penuh, dan rencananya pemerintah kembali akan menambah kembali ruang isolasi.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Mojokerto, peta penyebaran Virus Corona di Kota Mojokerto berstatus zona oranye.

Dari 681 RT, 606 berstatus zona hijau, zona kuning 66 RT, zona oranye 8 RT dan satu zona merah di Kecamatan Kranggan (Pekayon).

Ika Puspitasari Walikota Mojokerto mengatakan, peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sejak 16 Juni hingga saat ini terdapat tiga klaster lingkungan.

Diantaranya Lingkungan Sidomulyo, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajuritkulon; klaster Sekarputih Kecamatan Magersari; dan klaster Pekayon Kecamatan Kranggan.

Ditambah, hingga sampai saat ini ada sebanyak 244 orang yang melakukan isolasi mandiri.

“Saat ini warga yang gejala ringan dan tanpa gejala (Positif Covid-19) yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing sebanyak 244 orang,” ungkapnya di Pendopo Sabha Kridatama, Rabu (30/06/2021) sore.

Dia menjelaskan, bagi warga yang terpapar Covid-19 gejala ringan maupun tanpa gejala yang menjalani isolasi mandiri di masing-masing rumah, Pemkot memberikan fasilitas berupa makanan, vitamin dan probiotik.

Hingga kini tempat karantina atau ruangan isolasi yang disediakan oleh pemerintah di Rusunawa Cinde telah penuh. Sehingga pihaknya akan menambah tempat karantina dengan memanfaatkan kembali gedung balai diklat di Magersari, sebagai tempat isolasi mandiri pasien positif Covid-19 gejala ringan dengan kapasitas sekitar 25 tempat tidur (TT).

Berdasarkan kondisi saat ini,.Satgas Covid-19 Kota Mojokerto melakukan rapat koordinasi diperoleh hasil evaluasi yakni terjadi penularan Virus Corona yang lebih cepat terkait munculnya kasus-kasus baru terkonfirmasi positif.

“Cara mencegah paling ampuh adalah tetap disiplin Prokes karena itu saya himbau masyarakat pakai masker, menjaga jarak, cuci tangan (Hand Sanitizer), hindari kerumunan dan membatasi mobilitas,” ucap Ning Ita.

Menurutnya, vaksinasi tidak mencegah dari keterpaparan Covid-19, namun menurunkan tingkat keterpaparan akibat Virus Corona. Pemerintah Daerah melalui Satgas Covid-19 akan  mengaktifkan peran posko Covid-19 dalam percepatan penanganan masing-masing lingkungan.

“Satgas Covid-19 Kota Mojokerto menerbitkan surat edaran tentang pemberlakuan PPKM Mikro dan mengoptimalkan posko Covid-19 berlaku mulai 23 Juni hingga 5 Juli 2021,” tandasnya. (fad/gk/mjf)

Baca juga :