Dindik Kabupaten Mojokerto Berencana Beri Bantuan Seragam Batik Gratis Bagi SD dan SMP Negeri

Foto : Ilustrasi siswa SD

Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan (Dindik) tengah menyiapkan dan menganggarkan pengadaan seragam sekolah bagi siswa SD Negeri dan SMP Negeri di seluruh Kabupaten Mojokerto.

Menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021, Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto tengah menyiapkan anggaran sebesar pagu Rp 4,9 miliar dan nilai HPS Rp 4,3 miliar.

Informasi yang dihimpun Reporter Maja FM, pengadaan baju seragam sekolah bagi siswa SD Negeri dan SMP Negeri di seluruh Kabupaten Mojokerto berupa pakaian batik tradisional.

Zainul Arifin Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto menjelaskan, pengadaan seragam batik tradisional ini diperuntukkan bagi siswa di sekolah SDN dan SMPN, guna menyambut Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada tahun ajaran baru pada 12 Juli 2021.

Yakni berupa seragam batik tradisional untuk siswa sekolah ini berkonsep Majapahit yang didesain oleh kelompok guru prakarya (Kesenian) di Kabupaten Mojokerto.

“Kita desain sendiri motif batik itu yang tentunya seputar Majapahit sebagai identitas asli Mojokerto,” jelasnya Selasa (29/06/2021).

Menurutnya, pemberian seragam ini nantinya akan digunakan seluruh siswa yang mengikuti pembelajaran PTM maupun Daring selama Pandemi.

Hal ini untuk memberikan edukasi sejak dini terhadap siswa sekolah dasar, sehingga mereka diwajibkan mengenakan seragam meskipun ketika mengikuti pembelajaran Daring.

“Sebagai penilaian dan penanaman karakter sehingga siswa mengenakan seragam secara psikologis akan berbeda saat mengikuti pembelajaran di sekolah,” bebernya.

Sementara itu, Mujiati Kabid Bagian Pendidikan Dasar (Dikdas) Dispendik Kabupaten Mojokerto menambahkan, pengadaan seragam sekolah yakni batik tradisional Majapahit ini akan diberikan pada siswa SD maupun SMP Negeri dalam bentuk kain batik. Dan rencananya akan didistribusikan empat bulan mendatang.

“Jumlah peserta didik SDN sebanyak 61.728 siswa masing-masing 1,50 meter dan SMPN 24.316 siswa mendapat 1,75 meter per siswa,” bebernya.

Dia mengatakan, Rencana Anggaran Biaya (RAB) pengadaan seragam sekolah batik tradisional SD senilai Rp. 4.999.954.500 dan SMP Rp. 1.999.991.000.

“Desain batik dari salah satu guru prakarya belum ada nama, karena memang belum dipatenkan asal sumber dana APBD dan distribusi kain batiknya jika proses lelang lancar diperkirakan awal Oktober,” tandasnya. (fad/gk/mjf)

Baca juga :