Gejala dan Penyebab Stroke Ringan Yang Mungkin Harus Diwaspadai

Ilustrasi stroke()

Stroke ringan atau juga disebut mini stroke dan transient ischemic attack (TIA) terjadi ketika bagian otak mengalami kekurangan aliran darah sementara.

Melansir Healthline dan Medical News Today, kondisi ini menyebabkan gejala seperti stroke yang sembuh dalam 24 jam. Tidak seperti stroke, stroke ringan tidak menyebabkan cacat permanen.

Karena gejala stroke ringan dan gejala stroke hampir sama, seseorang harus segera mencari pertolongan darurat jika mengalami gejala apa pun. Mengetahui tanda-tanda stroke ringan dapat membantu seseorang mendapatkan perawatan yang dibutuhkan sedini mungkin.

Sekitar 1 dari 3 orang yang mengalami stroke ringan kemudian mengalami stroke, sehingga pengobatan dini sangat penting.

Gejala Stroke ringan mungkin sulit untuk diidentifikasi, tetapi ada beberapa gejala yang mungkin bisa dijadikan patokan. Berikut beberapa gejala umum yang sering terjadi pada penderita stroke ringan.

– disfasia atau gangguan bahasa

– disartria atau kesulitan saat berbicara

– perubahan penglihatan

– kebingungan

– masalah keseimbangan

– kesemutan

– tingkat kesadaran yang berubah

– pusing

– pingsan

– sakit kepala parah

– indera perasa yang tidak normal

– indera penciuman yang tidak normal

– kelemahan atau mati rasa hanya di sisi kanan atau kiri wajah atau tubuh, ditentukan oleh lokasi bekuan darah di otak

Penyebab

Terjadinya penggumpalan darah merupakan penyebab utama stroke ringan. Penyebab umum lainnya adalah sebagai berikut.

– hipertensi atau tekanan darah tinggi

– aterosklerosis atau penyempitan arteri yang disebabkan oleh penumpukan plak, di dalam atau di sekitar otak

– penyakit arteri karotis yang terjadi ketika arteri karotis internal atau eksternal otak tersumbat (biasanya disebabkan oleh aterosklerosis)

– diabetes

– kolesterol tinggi

(gk/mjf)

 

Sumber : kompas.com

Baca juga :