Antisipasi Lonjakan Covid-19 di Kabupaten Mojokerto, Polisi Perketat PPKM Mikro Hingga Tingkat RT

Dalam mengantisipasi adanya lonjakan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto, pihak kepolisian hingga pihak terkait kembali melakukan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Pengetatan ini dilakukan hingga tingkat rukun tetangga (RT)

Informasi yang dihimpun Reporter Maja FM, pada Kamis (10/06/2021) pagi, Polres Mojokerto bersama semua elemen Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto. Mulai dari polisi, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, para kepala desa, tenaga kesehatan, BPBD, hingga para relawan menggelar pasukan penegakan protokol kesehatan (prokes) di Mapolres Mojokerto.

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati bersama Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, juga Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto.

“Saat ini, Kabupaten Mojokerto zona kuning. Namun, kita harus waspada karena perubahan zona sangat fluktuatif. Ini tidak bisa membuat kita lega, tapi justru adanya lonjakan kasus di beberapa Kabupaten di Jatim harus membuat kita selalu waspada adanya pergerakan ke Kabupaten Mojokerto,” ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, Kamis (10/6/2021).

Menurutnya, keseriusan petugas dalam mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto ini diwujudkan dengan meningkatkan kembali kewaspadaan bersama terkait dengan peningkatan kasus Covid-19.

“Gelar pasukan ini untuk meningkatkan kewaspadaan kita semua terkait dengan peningkatan kasus Covid-19. Kinerja kita semua perlu ditingkatkan lagi. Mulai dari Satgas COVID-19, posko PPKM Mikro di tingkat desa, hingga kampung tangguh Semeru di masing-masing desa,” katanya.

Saat ini Kabupaten Mojokerto berstatus zona kuning atau risiko rendah penyebaran Covid-19.

Sebanyak 2.499 warga di Kabupaten Mojokerto terinfeksi virus Corona. Terdiri dari 2.373 pasien sembuh, 54 dalam perawatan, serta 72 pasien meninggal dunia.

Tingkat kematian (fatality rate) pasien Covid-19 di Kabupaten Mojokerto tergolong rendah. Yaitu 2,88 persen, atau hampir 3 dari 100 pasien meninggal dunia karena virus Corona. Sedangkan tingkat kesembuhan (recovery rate) pasien mencapai 94,96 persen.

Sehingga dalam upaya menekan angka penyebaran, pihaknya melakukan gelar pasukan untuk kembali meningkatkan komitmen untuk tetap waspada. Mengingat beberapa daerah di Jawa Timur mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

Sementara itu, Ikfina Fahmawati Bupati Mojokerto menjelaskan, PPKM mikro paling efektif untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19. Karena pengendalian penyebaran virus Corona bisa dilakukan hingga tingkat RT. Sehingga dampak ekonomi yang ditimbulkan tidak terlalu besar.

Yakni dengan menerapkan testing, tracing dan treatment (3T), serta prokes 5M di setiap RT yang tersebar di 304 Desa/Kelurahan di Kabupaten Mojokerto. Prokes 5M meliputi memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Penguatan protokol 3T dan 5M sampai skala mikro, menurut Ikfina, dinilai cukup efektif untuk mencegah penyebaran varian apapun Covid-19.

“Kalau menemukan kasus positif agar segera dilakukan tracing. Kemudian dites. Dengan begitu, penyebaran bisa kita minimalisir karena kasus-kasus positif langsung diisolasi,” jelasnya. (fad/and/mjf)

Baca juga :