Potong Gembok dan Kuras Isi Toko Baju, Warga Mojokerto Diringkus Polisi

Barang bukti yang diamankan anggota Satreskrim Polresta Mojokerto

Kota Mojokerto – Anggota Satreskrim Polresta Mojokerto berhasil meringkus pelaku spesialis pembobol toko baju. Satu pelaku berhasil dibekuk, satu pelaku lain dalam pengejaran.

Informasi yang dihimpun Reporter Maja FM, pelaku diringkus dirumahnya saat tertidur lelap di Lingkungan/Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto pada Senin lalu (07/06/2021).

Pelaku yang diketahui bernama Muhammad Junaidi (38) tersebut telah menggasak isi toko baju, dengan cara memotong gembok toko baju yang berada di Jalan Raya Gempol Kerep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto pada Senin (17/05/2021) sekitar pukul 06.30 WIB.

Iptu Hari Kasatreskrim Polresta Mojokerto mengatakan, pelaku diringkus setelah keberadaan pelaku terendus oleh anggota bersama Reskrim Polsek Gedeg. Sehingga upaya pengintaian terhadap pelaku dilakukan.

“Dia (pelaku) kita ringkus dirumahnya sekitar pukul 16.00 WIB saat dia tertidur,” ungkap Hari, Rabu (09/06/2021).

Menurutnya, kejahatan pembobolan toko di kawasan Gedeg ini dilakukan oleh dua orang pelaku. Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku berbekal alat potong besi besar, hingga linggis.

Usai memotong gembok, kedua pelaku langsung menjarah isi toko, kemudian memasukannya kedalam mobil yang sudah disediakan.

Dari hasil pemeriksaan, usai berhasil menjarah isi toko, baju yang telah mereka ambil langsung dijual kepada seseorang dengan harga 50-60 ribu.

“Ini masih kita terus kembangkan. Sebab, satu pelaku lagi masih dalam pengejaran,” bebernya.

Dari tangan Junaidi setidaknya petugas berhasil mengamankan beberapa alat yang digunakan melakukan aksi kejahatan. Diantaranya satu unit mobil Rush warna hitam nopol: N-1789 TR, satu alat potong besi besar warna kuning, satu alat potong besi kecil warna merah, satu buah linggis kecil, tiga buah karung plastik dan 89 potong pakaian hasil curian.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman kurungan paling lama 7 tahun penjara.

“Pelaku kita kenakan dengan pasal 363 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, pencurian dengan pemberatan, “tandasnya. (fad/and/mjf)

Baca juga :