Penyebab Buaya Muncul di Sungai Sadar Mojokerto, Begini Kata BKSDA

Penampakan buaya berukuran sedang yang berada di Sungai Sadar Dusun Toyorono, Desa Sukoanyar, Ngoro, Mojokerto ternyata baru pertama kali terjadi. Kemunculan buaya itu karena habitatnya telah rusak.

Dodit Ari Guntoro Kepala Seksi Konservasi BKSDA Jawa Timur Wilayah III Surabaya saat dikonfirmasi Reporter Maja FM menuturkan, sejak beredar video penampakan buaya muara di Sungai Sadar pada beberapa hari yang lalu pihaknya telah menerjunkan tim untuk mengecek sekaligus memantau keberadaan buaya tersebut.

Meski keberadaanya tak ditemukan, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Terlebih tidak terjadi konflik antara masyarakat dengan satwa

Menurutnya, kemunculan buaya muara tersebut disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena habitat aslinya telah rusak oleh tangan manusia itu sendiri.

“Ini kita masih mengumpulkan data, karena ada beberapa faktor buaya ini muncul di Sungai Sadar. Bisa saja keluar karena terganggu, bisa saja memang sengaja pergi karena buaya muara ini khususunya buaya jantan bisa pulang pergi dengan jarak 10 kilo,” terangnya.

Menurutnya, habitat buaya muara tersebut dimungkinkan berada di Sungai Brantas, mengingat beberapa tahun yang lalu juga terdapat kemunculan buaya di Sungai Porong yang tidak jauh dari lokasi tersebut.

“Kalau tercemar limbah kita tidak berani sedini itu memutuskan, karena memang ada beberapa faktor. Kalau itu karena limbah kita harus berkordinasi dengan DLH, ” terangnya.

Karena buaya muara ini termasuk hewan yang dilindungi, sehingga pihaknya berupaya melakukan upaya agar buaya tersebut tak mengganggu manusia.

“Sebenarnya yang mengganggu kita sendiri (manusia, Red) Habitatnya banyak yang rusak dijadikan tempat yang lain. Sehingga bisa saja buaya itu berpindah ke tempat yang aman,” tegasnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat khususnya para pencari ikan agar mengurangi aktifitas mencarikan ikan disekitar lokasi khususnya di malam hari.

“Karena buaya ini aktif di malam hari sehingga kita meminta agar masyarakat aktifitasnya saat malam khususnya disekitar lokasi,” tambahnya.

Sementara itu, Andri Dwi Prasetyo Kepala Dusun Toyorono mengatakan, baru kali ini buaya muncul di Sungai Sadar. Menurutnya, reptil karnivora itu keluar dari habitatnya melalui pertemuan Sungai Brantas dengan Sungai Sadar sekitar 400 meter di sebelah timur titik munculnya buaya dalam video yang beredar.

“Buayanya dari Sungai Brantas mampir ke Sungai Sadar. Soalnya di Sungai Brantas kemarin sungainya terkontaminasi. Jadi, buayanya cari air yang segar,” kata Andri, Rabu (9/6/2021).

(fad/gk/mjf)

Baca juga :