Satu Tahun Buron Usai Curi 8 Laptop Milik MI di Mojokerto, Tiga Pelajar dan Satu Pekerja Diringkus Polisi

Foto : Ilustrasi pencurian Laptop

Setelah setahun lebih menjadi buruan polisi, tiga pelajar dan seorang pekerja serabutan berhasil diamankan. Keempat pelaku ini rupanya aktor pembobolan delapan laptop di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Roudlotul Muta’alim di Desa Penompo, Kecamatan Jetis setahun lalu.

Informasi yang dihimpun Reporter Maja FM keempat pelaku itu berinisial HR, (19) LS, (17) EA, (17) dan ED, (17). Mereka berhasil diamankan di rumah masing masing oleh Unit Reskrim Polsek Jetis pada Senin lalu (31/5/2021).

Kompol Soegeng Prajitno Kapolsek Jetis mengatakan, penangkapan terhadap para pelaku dilakukan, setelah petugas mendapati informasi salah satu keberadaan pelaku yang berada di Desa Penompo, Kecamatan Jetis. “Disanggong dari malam, besoknya ditangkap,” ungkapnya, Sabtu (05/06/2021).

Setelah berhasil menangkap otak pembobolan delapan laptop milik MI Roudlotul Muta’alim di Desa Penompo, Kecamatan Jetis, yang dilakukan pada Senin, 4 Mei 2020, maka petugas langsung melakukan pengembangan.

Hingga akhirnya berhasil meringkus tiga pelaku lain yang diketahui masih berstatus pelajar yakni LS diamankan di Desa Penompo, Kecamatan Jetis. Serta, EA dan ED diamankan di Desa Ngabar, Kecamatan Jetis. “Tiga pelaku lain kita amankan di rumah masih-masing, “jelasnya.

Menurutnya, upaya penangkapan terhadap para pelaku yang berlarut-larut ini, karena minimnya saksi mata dan barang bukti. Sehingga lebih dari setahun berlalu, petugas akhirnya berhasil meringkus para pelaku.

Dilain sisi, pelaku diketahui juga berpindah-pindah tempat sehingga sulit dilacak. ”Mungkin waktu itu kurang saksi dan pelaku (HR) ini tidak menetap,” jelasnya.

”Satu orang dewasa ini otak pencurian, yang tiga pelajar ini membantu,” tambahnya.

Dia menjelaskan, kejadian pencurian itu dilancarkan pada Senin, 4 Mei 2020 saat dini hari, para pelaku masuk ke ruang guru dengan cara merusak gembok dan berhasil membawa kabur delapan buah laptop berbagai merek.

Akibat kejadian itu, sekolah mengalami kerugian hingga Rp 16,5 juta. Dari tangan para pelaku, petugas juga menyita sejumlah barang bukti.  Seperti satu buah laptop merek Asus dan satu buah dos book laptop merek Lenovo. ”Tujuh laptop lainnya sudah dijual melalui online. Dan akunnya sudah dihapus,” kata Soegeng.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, HR yang diketahui sebagai otak pencurian ditahan di Mapolsek Jetis. Ia terancam hukuman penjara paling lama tujuh tahun sesuai Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Sedangkan untuk tiga pelaku lain saat ini masih dalam pengawasan karena masih bersekolah.  ”Tiga pelaku pelajar ini masih sekolah daring, kita minta datang laporan dan segera kita serahkan ke bapas (badan pemasyarakatan),” tandasnya. (fad/gk/mjf)

Baca juga :