Sabu Seberat Setengah Kg Yang Dikirim Dari Aceh, Gagal Edar di Mojokerto

Mojokerto – Sabu seberat setengah kilo gram yang dikirim dari aceh gagal edar di Mojokerto. Sabu itu diamankan dari tangan seorang pria asal Kecamatan Trowulan, dengan sistem paket jasa pengiriman.

Informasi yang dihimpun Reporter Maja FM, untuk mengelabuhi petugas, sabu dimasukan ke dalam tape recorder. Pelaku diketahui bernama Imron (36) warga Desa Panggih, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Dia diamankan Polsek Sooko, setelah mengambil sabu seberat 500 gram pada Sabtu (29/05/2021) di jalan persawahan wilayah Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

AKBP Dony Aleksander Kapolres Mojokerto mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula informasi dari masyarakat terkait adanya kiriman sabu asal Lhokseumawe, Aceh melalui jasa pengiriman.

Setelah dilakukan penyelidikan, petugas langsung membentuk tim khusus. Hingga akhirnya berhasil meringkus pelaku saat mengambil ranjau sabu.

“Sabu itu di ranjau di Kecamatan Sooko, lalu pelaku ini kita tangkap saat mengambil barang tersebut, ” jelas Kapolres.

Saat diamankan, ditemukan satu bungkus plastik berwarna merah yang didalamnya berisikan sabu seberat 500 gram.

“Untuk mengelabuhi petugas, pelaku membungkus sabu dengan plastik, kemudian memasukan paket sabu seberat 500 gram ini kedalam Tape Recorder,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku rupanya sudah tiga kali mengambil paket sabu di lokasi serupa. Saat ini, petugas tengah melakukan penyelidikan lebih dalam terkait peredaran sabu seberat setengah kilo gram yang masuk di wilayah Mojokerto.

“Saya hanya mengambil dan hanya menerima upah sebesar 500 ribu tiap mengambil,” ungkap Imron.

Dihadapan petugas, dia mengaku sudah tiga kali menerima barang haram tersebut dari seseorang yang sama. Namun dirinya tidak mengetahui pasti jumlah setiap sabu yang diterima.

“Kalau soal berapa jumlahnya saya gak tau, saya hanya mengambil. Lalu mengantarkan ke seseorang sesuai dengan permintaan bos,” terangnya.

Tak hanya itu, selain menjadi kurir sabu, dia juga mengaku sebagian pengguna barang haram tersebut. “Saya juga makai, terakhir saya pakai saat lebaran pas shalat ID,” tegasnya. (fad/and/mjf)

Baca juga :