Lepas Larangan Mudik, Jumlah Penumpang di Terminal Kertajaya Kota Mojokerto Mulai Bergeliat Meski belum Signifikan

Lepas larangan mudik aktivitas di Terminal Kertajaya Kota Mojokerto masih sangat sepi. Selama periode 6 Mei – 17 Mei 2021 kendaraan yang beroperasi hanya trayek Mojoketo-Surabaya dan Mojokerto-Pasuruan saja.

Yoyok Krityowahono – Plt Kepala UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim, mengatakan, penumpang angkutan bus kecil tersebut kebanyakan merupakan pedagang pasar dan pekerja pabrik yang sehari-harinya memang menggunakan bus kecil.

Untuk bus besar, tidak diizinkan beroperasi terhitung sejak tanggal 6 – 18 Mei 2021. Sampai tadi malam, 70 kendaraan tercatat keluar masuk Terminal Kertajaya Kota Mojokerto. Sedangkan pada Senin (24/05) pagi terpantau ada 80 kendaraan.

Dikatakan Yoyok, total penumpang harian pun masih di angka normal.  Meskipun sudah bergeliat, tapi jumlahnya tidak naik signifikan. Hal itu, kata Yoyok, karena makin banyak masyarakat yang membawa kendaraan pribadi karena situasi masih pandemi.

“Untuk penumpang saat ini yang turun di Mojokerto 100-200 orang,” terang Yoyok saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon.

Tercatat penumpang yang turun di Terminal Mojokerto saat ini berkisar 100 – 200 orang. Padahal dalam kondisi normal, tidak ada penyekatan saat pandemi, penumpang bisa mencapai 2.000 – 3.000 orang.

Dan jika pada kondisi normal sebelum pandemi, penumpang mencapai angka 15.000 orang per harinya. Angka penumpang yang turun di terminal Mojokerto saat ini memang mengalami penurunan jika dibandiingkan Lebaran tahun lalu, yang juga dalam kondisi pandemi. Namun karena adanya pemberlakukan pengetatan dan pelarangan mudik kondisinya jadi lebih miris.

“Dengan lebaran tahun lalu, terjadi penurunan karena tahun ini diberlakukan pengetatan dan pelarangan mudik.”

Yoyok juga mengingatkan masyarakat agat tetap menerapkan 3M saat menggunakan transportasi umum agar terhindar dari virus korona.

“Jangan sampai kita pergi, kita pulang membawa penyakit. Juga jangan sampai kita kerja, kita pulang membawa penyakit. Jangan sampai terjadi kepada kita,“ ungkapnya. (aya/mjf)

Baca juga :