Modus Tawarkan Pekerjaan, Pria di Mojokerto Tipu 31 Orang, Hingga Akhirnya Tertangkap

Barang bukti yang diamankan petugas. Foto : kiriman Reporter Maja FM

Selama tiga tahun lamanya, S (49) warga Desa/Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto berhasil menipu sebanyak 31 orang, dengan modus iming-iming pekerjaan. Sebelum tertangkap, pelaku sudah meraup keuntungan uang Rp 185 juta lebih dari para korbannya.

Aksi pelaku terbongkar setelah petugas berhasil meringkusnya di kediamannya pada Sabtu lalu (24/4) sekitar pukul 20.00 WIB. Penangkapan pelaku bermula ketika ia melancarkan aksinya di Dusun/Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, 15 Desember 2019 lalu. Ia menawarkan jasa lowongan kerja fiktif dengan janji bisa bekerja di salah satu perusahaan besar di Kabupaten Mojokerto.

Iptu Hari Siswanto Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota mengatakan, sebelum diringkus anggota, pelaku sudah menjalankan aksinya kepada 31 korban dan aksinya dilakukan sejak tiga tahun silam.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku selalu mengaku sebagai kepala perusahaan ternama untuk meyakinkan para korbannya.

’’Pelaku mengaku sebagai kepala bagian teknis di PT Adi Karya yang mana perusahaan tersebut menaungi PT Ajinomoto,’’ ungkapnya, Rabu (28/04/2021).

Dalam aksinya, pelaku selalu meminta kepada korban untuk mencari orang sebanyak-banyaknya, untuk dipekerjakan di tempat tersebut. Belum sampai satu bulan, korban sudah mendapat 10 orang yang siap bekerja.

’’Mereka kebanyakan adalah sanak saudara dan tetangga korban,’’ tambahnya.

Tak lama kemudian, pelaku mendatangi korbannya untuk menyampaikan jika masih dibutuhkan 300 orang lagi. Saat itu, pelaku juga meminjam uang kepada korban sebesar Rp 74 juta dengan alasan untuk mengembangkan perusahaan.

Untuk lebih menyakinkan korbannya, pelaku juga menjanjikan akan menjadikan manager di CV yang akan didirikan.

Karena janji tersebut, korban bertekad dan berhasil mengumpulkan 31 orang. Masing-masing dari mereka juga membayar biaya awal masuk perusahaan kepada pelaku yang totalnya mencapai Rp 108 juta. Tak hanya itu, pelaku juga memeras sejumlah korban lainnya dengan dalih uang tes psikologi sebesar Rp 3,5 juta.

Keganjalan para korban mulai muncul ketika 10 orang diantara mereka yang sudah menerima kartu pegawai dan seragam tak kunjung dipanggil kerja.

Kemudian pada bulan Maret 2020, salah satu korban mengkonfirmasi kebenaran lowongan itu dengan mendatangi perusahaan yang disebut pelaku.

’’Datang dan bertanya ke satpam PT Ajinomoto dan didapati keterangan bahwa tidak ada yang bernama Slamet maupun PT Adi Karya,’’ ujarnya.

Usai kejadian tersebut, pelaku mulai berkilah berbelit dan mengingkari pertemuan dengan para korban hingga akhirnya ia menghilang. Hingga akhirnya, korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Akibat perbuatanya, pelaku terancam Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman pidana paling lama empat tahun penjara. (fad/and/mjf)

Baca juga :