Masjid di Mojokerto Berusia Sekitar 128 Tahun Ini Bakal Jadi Museum

Masjid Darussalam yang berlokasi di Jalan Raya Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu masjid tertua di Bumi Majapahit. Bangunan tertua itu dibangun pada era penjajahan kolonial Belanda tahun 1893.

Masjid yang kini berusia 128 tahun ini kali pertama dibangun oleh Bupati Mojokerto pertama Kromodjojo Adinegoro III. Hal itu sesuai dengan prasasti pembangunan yang terpasang di dalam masjid. Meski telah usang, namun hingga kini prasasti masih terus melekat di dinding masjid.

Bahkan terdapat foto Bupati Mojokerto pertama Kromodjojo Adinegoro III yang masih terpasang di dinding masjid.

Berjalannya waktu, bangunan peninggalan Kromodjojo Adinegoro III, kini tak ditempati untuk kegiatan ibadah. Masyarakat sekitar saat ini beralih ke bangunan masjid baru. Yakni tepat berada di belakang persis Masjid Darussalam.

Kini, masjid lama tersebut diketahui digunakan sebagai kegiatan mengaji anak sekitar.

“Masjid ini memang dibangun oleh Bupati Mojokerto pertama, Kromodjojo Adinegoro III. Ini prasasti peninggalannya, tanggal 15 Januari 1893 masjid ini mulai dibangun, prasasti itu juga dilengkapi aksara jawa dan tulisan arab,” ujar Muchammad Mansyur, takmir Masjid Darussalam, Sabtu (24/04/2021).

Menurutnya, awalnya bangunan masjid lama itu bakal diratakan dan dijadikan museum. Mengingat masjid tersebut merupakan bangunan tua di Mojokerto. Terlebih lagi, masjid ini merupakan saksi perkembangan Islam di Mojokerto pada zaman penjajahan Belanda.

”Mau dijadikan museum. Lalu, lahan yang saat ini dijadikan parkir masjid belakang itu nanti bakal diberi soko guru yang dari masjid lama untuk pelatarannya,” paparnya.

Kemudian untuk bukti-bukti peninggalan bakal diboyong ke masjid baru. Salah satu peninggalan yang kini sudah diselamatkan yakni mimbar kayu jati. Mimbar tersebut sudah dipindahkan ke ruang kotbah yang tersedia di bangunan masjid baru. Sehingga, dari kejauhan mimbar tersebut tampak mencolok saking usangnya.

Mansyur juga mengatakan, bangunan Masjid Darussalam ini sudah dua kali mengalami renovasi. Pertama di tahun 1990. Renovasi menyentuh pintu, lantai, teras masjid dan ruangan jemaah putri. Awal pembangunan, pintu menggunakan kayu model persegi panjang dengan dua daun.

Lima pintu itu terletak didepan tiga unit, sementara dua lainnya terletak disamping kanan dan kiri sebagai akses jemaah menuju ke tempat wudlu. Sementara teras masjid dulunya hanya selebar 2 meter, kemudian diperluas. Sementara untuk bagian yang lain dibiarkan seperti apa adanya.

Untuk sementara ini pembangunan masih akan berfokus pada masjid baru. Setelahnya, pihak pengurus masjid Darussalam akan membangun museum plus dilengkapi juga dengan perpustakaannya.

Kemudian bangunan dari masjid lama yang masih bisa dipakai akan diperbantukan untuk pembangunan masjid baru Darussalam.

”Rencana mau dibuat di basement itu untuk museum dan perpustakaan. Kalau yang prasastinya kita taruh di pintu masuk. Sebab masih mengandung nilai historis yang tinggi,” paparnya. (fad/and/mjf)

Baca juga :