Perayaan Rangkaian Paskah di Mojokerto Raya Diperketat

Perayaan rangkaian paskah di Kota/Kabupaten Mojokerto diperketat. Polisi memastikan keamanan gereja mulai dari Kamis putih, Jumat agung hingga paskah berlangsung aman.

Pengetatan sejumlah gereja di Kota/Kabupaten Mojokerto tak lain lantaran mulai kembali maraknya aksi teror di sejumlah daerah yang menyasar rumah ibadah bahkan Mabes Polri.

Seperti yang terlihat di Kota Mojokerto Sejumlah personel Polres Mojokerto Kota melakukan pengamanan di Gereja Katolik Paroki ST.Yosef di Jalan Pemuda 7-11, Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jumat (2/4/2021).

Informasi yang dihimpun Reporter Maja FM, pengamanan super ketat dilakukan sebagai langkah antisipasi tindakan terorisme saat umat Kristiani melaksanakan ibadah, Jumat Agung. Setidaknya petugas gabungan yang melibatkan personel gabungan dari unsur TNI/Polri, Satpol PP sebanyak 1.017 di terjunkan di tempat peribadatan.

“Pengamanan melibatkan sebanyak 1.017 personel gabungan yang menjaga 34 gereja di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota,” ungkap Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Deddy Supriadi, didampingi Walikota Mojokerto Ika Puspitasari usai meninjau pengamanan Gereja Katolik Paroki ST.Yosef, Jumat (02/04/2021).

Pihaknya berupaya melakukan pengamanan semaksimal mungkin, apalagi Kota Mojokerto notabene pernah menjadi sasaran aksi terorisme.

Pihaknya berkoordinasi dengan Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Jatim untuk memastikan, terkait potensi-potensi terorisme maupun aktivitas dari kelompok paham radikalisme di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota.

“Kita tidak boleh Underestimate terhadap pengamanan-pengamanan itu, meski belum dapat dipastikan adanya potensi terorisme namun perkembangan yang menyangkut keamanan pasti menjadi prioritas,” tandasnya.

Tak hanya di Kota Mojokerto, pengamanan juga nampak dilakukan Gereja di Kabupaten Mojokerto. Pada Jumat (02/04/2021) sore, Kapolres Mojokerto AKBP Dony Aleksander didampinggi Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati melakukan pengecekan.

Kapolres Mojokerto mengatakan, dalam pengamanan rangkaian perayaan Paskah yang puncaknya jatuh pada Minggu besok, setidaknya pihaknya melibat 250 personil gabungan.

Mulai dari TNI/Polri, Satpol PP, Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser), hingga Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam).

”Mereka yang dari berbagai latar belakang agama, tanpa diminta, mereka turut serta membantu TNI/Polri dalam memberikan rasa aman pada jamaat di gereja. Itu adalah suatu kebersamaan yang luar biasa, yang diberikan ke saudara-saudara kita umat kristiani,” ujarnya.

Dalam praktiknya, kepolisian tetap melakukan pengamanan sebagaimana prosedur yang berlaku. Mulai dari penggeledahan pada setiap jemaat, sterilisasi gedung, hingga pemberlakuan one gate system.

Dalam rangkaian paskah kali ini, jumlah jemaat di 29 gereja dan 9 rumah ibadah se-Kabupaten Mojokerto tetap dibatasi. Hal tersebut mengacu pada protokol kesehatan (prokes) yang wajib dijalani.

”Maksimal kapasitas gereja 50 persen. Kadang bisa sampai hanya 30 persen, melihat dari situasi kursi yang sudah diatur dari pihak panita gereja,” papar Dony.

Disinggung terkait aksi teror yang marak terjadi akhir-akhir ini, pihaknya pun menyiagakan sejumlah personil di beberapa titik.

Mempertimbangkan puncak rangkaian paskah dan libur panjang pada akhir pekan ini, selain di tempat peribadatan, petugas juga disiagakan di pusat perdagangan hingga destinasi wisata yang kerap dipenuhi masyarakat.

”Kami ketahui pasti situasi dan kondisi saat ini, saya tegaskan wilayah Kabupaten Mojokerto masih dalam kondisi aman dan kondusif sebagaimana mestinya,” tukas lulusan Akpol 2002 itu. (fad/and/mjf)

Baca juga :