Tiga Tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Mojokerto Terpapar COVID-19 Usai Divaksinasi

Diperoleh informasi dari internal di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, terdapat tiga tenaga kesehatan (nakes) yang dinyatakan terpapar Virus Corona usai menjalani vaksinasi yang kedua.

“Iya ada tiga nakes yang kembali terpapar Covid-19 habis jalani vaksin dua tahap,” ungkap sumber terpercaya.

Saat ini nakes yang terpapar Covid-19 itu sedang menjalani isolasi di Puskesmas Gondang, setelah enam hari menerima vaksin kedua pada, 18 Februari 2021. Ketiganya dinyatakan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Para nakes tersebut baru diketahui terpapar setelah pada 24 Februari 2021 dilakukan swab masal lantaran kepala ruangan swab di Rumah Sakit Glagah, Kecamatan Pacet dinyatakan positif pada 22 Februari lalu.

“Jadi selang enam hari dari dia divaksin. Ada tiga nakes dari hasil tracing itu yang terpapar walau sudah dilakukan vaksin,” bebernya.

Ia menjelaskan jika ketiga nakes yang terpapar usai di vaksin sama halnya dengan pasien positif Covid-19 yang belum tersentuh vaksin. Sebab, vaksin sendiri merupakan virus yang sengaja dilemahkan untuk nantinya menjadi antibodi ketika masuk ke dalam tubuh inang.

“Karena mereka OTG dan sudah memiliki gejala anosmia tidak perlu di swab lagi. Sehingga, langsung melakukan isolasi, “jelasnya.

Untuk mengetahui hasil selanjutnya, rencananya ketiga nakes tersebut, besok Rabu (10/03/2021), akan menjalani uji swab pertama mereka setelah diisolasi.

“Memang ceritanya virus itu aman, tapi kenyataannya apakah antibodi orang yang divaksin itu apakah bisa menangani virus walaupun dalam derajat kecil,” imbuhnya.

Mengenai adanya nakes yang terpapar usai di vaksin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Sudjatmiko, saat dikonfirmasi tak mengelak akan hal tersebut.

“Saat ini (tiga nakes, Red) mereka tengah disiolasi,” ucapnya.

Kata dia faktor dari manusia sendiri juga menjadi salah satu penyebab orang yang usai divaksin bisa terpapar Covid-19. Seperti, imunitas, fisik, dan daya tubuh setiap orang dalam menerima vaksin berbeda.

“Itu bisa terjadi kepada siapa saja, kalau sebelum dua minggu terakhir usai divaksin dan memiliki kontak erat, ya bisa kena 90 persen tapi ringan. Pada prinsipnya vaksin itu untuk mencegah atau memberi pertahanan tubuh, ” jelasnya.

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Sebab seseorang yang divaksin maupun penyintas masih bisa terinfeksi lagi

“Ini bergantung dari kondisi imunitas seseorang, reinfeksi bisa terjadi karena virus masih bersembunyi di tubuh, kemudian karena terkontaminasi silang dari stain virus lainnya, ” tandasnya. (fad/aya)

Baca juga :