Rekonstruksi Pembunuhan Sadis Tukang Pijat di Mojokerto, Kesadisan Pelaku Ada di Adegan ke 15

Pembunuhan sadis seorang terapis di Jalan Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto oleh pria asal Jombang di rekonstruksi hari ini (10/3/2021). Ada 30 adegan yang diperagakan pelaku.

Informasi yang dihimpun Reporter Maja FM, proses rekonstruksi dilakukan dilokasi pembunuhan di panti pijat berkah yang ada di jalan raya Mlirip, Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto.

Disana pelaku Mohammad Irwanto (25) warga Dusun Wuluh, Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang menghabisi nyawa Ambar Wati alias Shanti (35) warga asal Nganjuk dengan cara ditusuk memakai pisau saat berhubungan badan.

AKBP Deddy Supriadi Kapolresta Mojokerto mengatakan, pihaknya belum menemukan fakta baru dari 30 adegan reka ulang kasus pembunuhan ini.

“ Yang diperagakan oleh pelaku disini adalah adegan adegan inti dengan jumlah 22 adegan. Selebihnya kita lakukan namun di tempat yang berbeda,” bebernya, Rabu (10/03/2021).

Dalam proses rekonstruksi, pelaku Mohammas Irwanto alias Wanto (24) memperagakan 30 adegan dengan disaksikan penasihat hukum, penyidik, dan petugas kejaksaan.

Reka ulang dimulai dari adegan pertemuan tersangka dengan korban di TKP pada Kamis pagi lalu (04/02/2021), dilanjutkan pemijatan, hubungan badan hingga membacok korban dengan menggunakan golok.

Menurutnya, rekonstruksi tindak pidana kasus pembunuhan yang terjadi pada 4 Februari 2020 memiliki tujuan untuk memberikan deskripsi tentang terjadinya tindak pidana pembunuhan tersebut.

Disamping itu juga untuk melakukan pengujian kebenaran materil dari keterangan tersangka maupun saksi-saksi yang berada di TKP.

Dari hasil rekonstruksi yang dilakukan, pihaknya tidak menemukan ada fakta baru. Sebab keterangan dari tersangka maupun saksi-saksi itu sesuai dengan alat bukti yang dikumpulkan tim penyelidik.

“Tadi sudah diperagakan sebanyak 30 adegan dimana adegan yang menjadi krusial terjadinya peristiwa pembunuhan tersebut pada adegan 15 hingga adegan ke-23. Pelaku menusukkan senjata tajam atau membunuh pelaku diperagakan pada adegan ke 14-15, pelaku menusuk korban dengan pisau yang sudah disiapkan saat berhubungan badan yang kedua kalinya,” tegasnya. (fad/and)

Baca juga :