Vaksin AstraZeneca Akan Digunakan Untuk Siapa? Berikut Efek Sampingnya

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap efikasi vaksin Corona AstraZeneca sebesar 61,2 persen. Lebih rendah dibanding efikasi yang tercatat dari hasil uji klinis fase-III vaksin Corona Sinovac di Bandung yaitu 65,3 persen.

Ada 1,1 juta dosis vaksin Corona AstraZeneca yang sudah tiba di Indonesia. Jenis vaksin yang didapatkan dari skema COVAX ini sudah masuk dalam daftar persetujuan darurat (EUL) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito juga akhirnya memberikan persetujuan penggunaan vaksin Corona AstraZeneca berdasarkan beberapa hal. Termasuk soal efikasi vaksin.

“Maka Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat EUA pada tanggal 22 Februari 2021 yang lalu, vaksin ini dikemas dalam dus berisi 10 vial masing-masing 5 ml,” jelas Penny dalam konferensi pers BPOM Selasa (9/3/2021).

Adapun efek samping vaksin Corona AstraZeneca yang ditemukan adalah efek samping lokal ringan seperti bengkak di lengan. BPOM menegaskan efikasi vaksin Corona AstraZeneca sebesar 62,1 persen setelah penerimaan dosis kedua vaksin Corona.

“62,1 persen hal ini seusai dengan penertapan WHO efikasi 50 persen” lanjut Penny.

Lebih detail Penny menjelaskan bahwa vaksin COVID-19 AstraZeneca akan diberikan untuk kelompok orang dewasa berusia 18 tahun ke atas, termasuk lansia. Kategori penerima kurang lebih sama seperti vaksin COVID-19 Sinovac yang sudah digunakan sebelumnya.

Selain itu juga tak akan dipakai untuk vaksinasi mandiri. Hal ini sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah.

Vaksin COVID-19 AstraZeneca diketahui dikembangkan dengan metode atau platform yang berbeda dari vaksin COVID-19 Sinovac. Vaksin AstraZeneca tidak mengandung virus SARS-COV-2 yang dimatikan, melainkan virus lain yang dimodifikasi untuk memicu respons imun (viral vector). (shi/mjf)

 

Sumber : Detik

Baca juga :