Keluhan Contact Tracer Covid-19 : Insentif Telat, APD Beli Sendiri

Salah seorang relawan Contact Tracer menepis sejumlah pernyataan Ketua Bidang Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander K. Ginting, yang menyatakan para relawan tetap mendapat insentif harian jika sedang terpapar virus corona (Covid-19)/ hingga alat pelindung diri (APD) selama bertugas.

IR, tracer asal Kota Bandung mengatakan, pemberian insentif ketika relawan terpapar Covid-19 bergantung pada kebijakan Puskesmas masing-masing. Di tempatnya, relawan yang terpapar bisa tetap mendapatkan insentif harian. Namun, relawan tracer di Jakarta tidak.

Relawan Contact Tracer direkrut oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 BNPB, merupakan bagian dari tenaga kesehatan. Mereka tersebar di 61 kota atau kabupaten di 13 provinsi dengan jumlah 6.509 orang. Relawan ini bertugas melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan kasus Covid-19, memantau pasien Covid-19, dan mendukung penanganan pandemi.

IR juga membantah Alex yang menyebut para relawan jarang sakit, karena telah mendapatkan pelatihan dan selalu menggunakan alat pelindung diri (APD). Selama ini pihaknya tak pernah mendapat satupun APD dari BNPB. Relawan Contact Tracer se-Indonesia mendesak BNPB agar membayar insentif yang belum dibayarkan selama dua bulan. Mereka menggalang petisi melalui laman change.org.Dan hingga pukul 06.45 WIB, sebanyak 2.612 orang telah menandatangani petisi tersebut. (put/mjf)

Baca juga :