Sertijab Bupati dan Wabup Mojokerto, Pidato Ikfina : Bersih dan Transparan

DPRD Kabupaten Mojokerto menggelar rapat paripurna serah terima jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto. Sertijab dilakukan dari Pelaksana Harian (Plh) Bupati Didik Khusnul Yakin kepada Ikfina Fahmawati Bupati Mojokerto.

Dengan terlaksananya sertijab tersebut, tongkat kepemimpinan Kabupaten Mojokerto saat ini resmi berganti ke pasangan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Muhammad Al Barra.

Informasi yang dihimpun Reporter Maja FM, dalam Sertijab kali ini, Gubernur Jawa Timur memberikan sejumlah masukan untuk Pemkab Mojokerto.

Sementara itu Ikfina Fahmawati Bupati Mojokerto menyampaikan visi dan misinya selama menjabat sebagai Bupati Mojokerto bersama Muhammad Al Barra.

“Kami bertekad mewujudkan visi dan misi sebagai mana janji kampanye kami untuk mengabdi kepada masyarakat. Mewujudkan Kabupaten mojokerto yang maju adil dan makmur, melalui infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia,” ujarnya.

Beberapa program yang disampaikan dihadapan Gubernur Jawa Timur itu diantaranya, mewujudkan sumber daya manusia yang moderat, cerdas dan terampil. Kedua membangun pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

“Dan yang ketiga mewujudkan tata kelola yang berintegritas bersih dan transparan,” paparnya.

Untuk mendukung visi yang ketiga, maka pihaknya berupaya untuk menjalankan roda pemerintah dengan tidak menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi atau pihak lain dengan cara korupsi kolusi dan nepotisme.

Kedua, Mojokerto bersih dari jual beli jabatan, pejabat yang dipilih harus sesuai dengan kompetensi masing-masing. Dan yang ketiga program proyek di Mojokerto bersih dari sifat gratifikasi atau bentuk penyelewengan yang lain.

“Dan yang terakhir misi kita yaitu pemetaan dan perluasan infrastruktur diseluruh Mojokerto untuk mendorong ekonomi sosial budaya dan sosial budaya,” jelasnya sembari meminta doa dan dukungan kepada masyarakat.

Sementara itu Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan, dalam serah terima jabatan kali ini merupakan yang ke-13 yang telah dihadiri.

Dia menyampaikan banyak PR yang harus dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto. Diantaranya mempercepat proyek strategis nasional.

“Kedua investasi di Kabupaten Mojokerto cukup banyak yang berasal dari PMA. Oleh karena itu, saya minta proses untuk melakukan koordinasi tim PTSP Provinsi dan Pemkab harus intensif. Sehingga industri pengolahan yang sudah signifikan tetap akan bisa didongkrak. Sebab sebagian besar permodalannya dari PMA,” sebutnya.

Kemudian PR yang tak kalah penting yakni memberikan atensi khusus di sektor pertanian, perikanan dan peternakan merupakan sektor yang tetap tumbuh sumber meski diterpa pandemi.

“Saya minta tolong mendapatkan perhatian khusus. Dan terakhir yakni infrastruktur ini harus di intervensi dan di break down ke misi visi, saya ingin ini dikerucutkan dan nanti disampaikan di musrenbang nanti bulan April di pusat,” tegasnya. (fad/and)

Baca juga :