Saat Melarikan Diri, Pelaku Pembunuh Terapis di Mojokerto Mengaku Dibayangi Korban

Polisi akhirnya berhasil meringkus pelaku pembunuh dan penganiayaan terhadap Terapis di panti pijat Berkah Jalan Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Saat kabur, ternyata pelaku mengaku dihantui jasad korban.

AKBP Dedy Supriadi Kapolres Mojokerto Kota mengatakan, pemburuan terhadap Muhammad Irwanto (25) warga Dusun Wuluh, Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang yang merupakan pelaku pembunuhan seorang terapis membutuhkan waktu dua Minggu pasca kejadian.

Petugas berhasil mengamankan pelaku dipersembunyiannya diwilayah Magetan pada Kamis (18/02/2021) sekitar pukul 17.00 WIB. Pelaku diketahui berada di rumah kerabat orang tuanya.

Dalam proses penangkapan, petugas terpaksa harus melepaskan peluru timah panas dikedua kaki pelaku karena melawan saat ditangkap.

“Saat ditangkap, tersangka mencoba kabur sehingga kami berikan tindakan tegas dan terukur, sehingga melukai kaki kanan dan kirinya,” kata Kapolresta saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto Kota, Jalan Bhayangkara, Jumat (19/2/2021).

Selain mengamankan tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni baju lengan pendek warna biru dan celana jeans warna hitam yang ditemukan tergantung di gantungan pakaian yang berada didalam kamar korban.

“Tersangka sudah berkeluarga, tapi dua bulan pisah ranjang dengan istrinya. Dia tidak mempunyai pekerjaan tetap,” terangnya.

Sementara itu, AKP Rahmawati Laila Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota menambahkan, proses pengejaran terhadap Irwanto diawali oleh pelaku yang menggadaikan sepeda motor dengan harga Rp 1 juta untuk dijadikan bekal selama melarikan diri.

“Awal memang pelaku ini akan ke Magetan, namun sesampainya Jakarta dia berfikir dengan hanya uang 1 juta dirasa kurang akhirnya pelaku kembali lagi ke Jombang, ” ungkapnya.

Menurutnya, ditengah-tengah proses melarikan diri, pelaku mengaku selalu dibayang-bayangi sosok korban. Bahkan pelaku mengaku sempat melihat wajah korban menangis saat berusaha kabur.

“Jadi dia (pelaku, Red) ini mengaku sempat melihat dan diperlihatkan sosok korban menangis kesakitan nangkring di atas pohon,” paparnya.

Usai kejadian tersebut, pelaku akhirnya memilih kembali ke Jombang untuk mencari perlindungan. “Pelaku kembali ke Jombang itu ke rumah kakaknya, lalu kakaknya menghubungi orang tua tersangka dan akhirnya pelaku dititipkan kepada teman ibunya satu kampung di Magetan,” tegasnya.

Petugas yang tengah memburu pelaku lalu mengendus keberadaannya, sehingga pada Kamis (18/02/2021) pelaku berhasil diamankan. “Selama kami periksa, kondisi jiwa tersangka normal. Dia dengan sadar melakukan perbuatan tersebut. Memang sejak awal niatnya tersangka ingin membunuh karena tidak punya uang, itu saja,” tandas Laila. (fad/gk)

Baca juga :