Siswi SMK Sulap Batik Khas Mojokerto Jadi Busana Saat Imlek dan Valentine

Momen hari Imlek dan Valentine dimanfaatkan penuh oleh siswi SMKN 1 Sooko Mojokerto jurusan tata busana dalam berkarya. Mereka  memadukan karya batik khas Mojokerto dengan desain yang bisa digunakan sehari-hari.

Mengusung tema Luva “Lunar dan Valentine” para siswi ini mendesain dan menjahit lalu mengkolaborasikan desain batik dengan momen imlek dan valentine di tahun 2021.

Informasi yang dihimpun Reporter Maja FM, dalam momen ini para siswi ini juga memamerkan hasil karya mereka dengan menggelar fasion show mini di halaman sekolah. Dalam setiap karya mereka juga dilengkapi masker yang dibuat dari kain batik khas Mojokerto yang fashionable dan layak dikenakan di era pandemi.

Nur Laili Rachmawati (18), siswi kelas XII SMKN Sooko, Mojokerto mengatakan, ada 32 model busana yang ditampilkan dalam fashion show out door kali ini. “Setiap siswi kelas 12, di beri tantangan untuk mendesain dan menjahit sendiri baju bertema valentine dan imlek yang cocok dengan era pandemi,” ungkapnya, Rabu (10/2/2021).

Pelajar asal Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang ini menyebut, desain baju itu sebagai bagian dari Uji Kompetensi Keahlian (UKK) siswa yang menjadi syarat untuk kelulusan sekolah.

“Kita hanya diberi bahan kain batik dari sekolah. Sedangkan desain, pola, cutting dan jahit kita kerjakan sendiri berdasarkan kreativitas masing-masing dan arahan dari desainer QMR juga guru yang mendampingi,” tegasnya.

Dia juga mengatakan, para siswi hanya diberi waktu selama tiga hari untuk dikerjakan di sekolah. Ini untuk menciptakan otentitas hasil karya tanpa intervensi di luar siswa dan sekolah. “Semua dikerjakan didalam sekolah, tidak boleh di bawa pulang. Kita diberi waktu 18 jam yang dibagi dalam tiga hari,” pungkasnya.

Sementara itu, Muharto – Kepala Sekolah SMKN 1 Sooko mengatakan, UKK ini sebagai media trial unjuk ketrampilan bagi siswi jurusan tata busana. Harapannya, saat lulus nanti mereka sudah siap menghadapi dunia kerja.

“Kita all out membekali ketrampilan mereka. Selain dipandu oleh guru senior, mereka juga didampingi langsung oleh desiner yang sudah malang melintang didunia fashion,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, karya dari anak didiknya itu akan dipamerkan di Royal Plaza Surabaya hari Minggu besok. “Ada empat siswi SMKN 1 Sooko terpilih menjadi calon desainer yang ditunjuk oleh QMR Desainer untuk ikut mempamerkan hasil karya mereka di Royal Plaza Surabaya,” tegasnya.

Sementara itu, Muhammad Rifki Bramantyo – QMR Desainer menambahkan, desain batik yang dihasilkan para siswi SMKN 1 Sooko ini mengkombinasikan pada momen imlek dan valentine dengan batik tulis Mojokerto.

Dia memaparkan pengkombinasian yang dilakukan oleh para siswi dimulai pemilihan warna, karena momen imlek dan valentine identik dengan warna merah. Namun, para siswi juga ada yang mengkombinasikan warna lain, yakni dengan memberikan kombinasi kain warna lain dan tidak lepas dari identitas Mojokerto.

“Karena selama ini, batik terlihat tua, kuno, sangat tidak kekinian. Saya ingin merubah image itu bahwasanya batik khususnya batik Mojokerto bisa dipakai anak muda, anak sekolah dan kedinasan. Pemilihan motif ada yang milineal, ada yang kuno. Karena memang saya ingin merubah image masyarakat untuk tidak selalu melihat batik kuno,” tandasnya. (fad/gk)

Baca juga :