Unik, Perajin Tempe di Mojokerto Ini Cetak Tempe Berbentuk Emoji Karakter Love-Smile

Ditengah pandemi yang masih melanda, harga kedelai yang menjadi bahan pembuatan tempe melejit. Namun hal itu tak menghalangi kreatifitas warga di Kota Mojokerto.

Di tangan kreatifnya, Nastain (32) warga Lingkungan Randegan RT 02/ RW 02, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari menjadikan tempe yang biasanya hanya berbentuk kotak dibalut dengan daun pisang atau bulat, kini dibuat tempe dengan bentuk karakter smail/emoji hingga bentuk Love.

Dia bersama istrinya Indra Ambarwati (39) bereksperimen mengolah sekaligus membentuk tempe menjadi tampilan yang lebih menarik dan menambah nilai ekonomi.

Nastain mengatakan, kreasi tempe karakter emoji ini bermula ketika dia bergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (Kube) perdagangan industri tempe yang dikelola Pemerintah Daerah.

“Kami mendapat pelanggan yang mengeluh bagaimana caranya anak-anak lebih suka makan tempe, karena sebagian anak susah makan tempe. Kita cari solusi bagaimana kalau membuat tempe dengan bentuk lain yang dapat menarik perhatian anak-anak,” ungkapnya, saat ditemui Reporter Maja FM di rumahnya, Senin (18/1/2021).

Nastain bersama kelompok Kube akhirnya mencari ide sebagai solusi untuk berkreasi membentuk karakter tempe. “Akhirnya ketemu ide membuat tempe dalam bentuk berbeda ada dua yaitu bentuk Smile dan Love ini,” terangnya.

Menurutnya, pembuatan tempe karakter emoji Smile dan Love, karena produk masih relatif baru. Sehingga dia hanya melayani sesuai pesanan pembeli melalui Pre Order.

Pemasaran utama melalui media digital yaitu media sosial Facebook dan Whatsaap dan Word of Mouth Marketing dari masyarakat yang sudah membeli produknya.

“Pemasaran tempe Smile dan Love melalui Pre Order untuk sementara tidak setiap hari memproduksi, menunggu ada yang pesan baru kita membuatnya,” jelasnya.

Harga tempe Smile dijual relatif murah yaitu Rp 10 ribu dan tempe Love Rp 2500. Sedangkan,l tempe biasa kemasan daun dijual berharga Rp 2.000.

Sebelumnya, tempe Smile dijual berharga Rp 8.000. Namun karena bahan baku kedelai impor naik, sehingga dia menaikkan harganya menjadi Rp.10 ribu.

Dia tetap memproduksi tempe biasa dalam kemasan daun pisang yang dijual di pasaran. Ia sudah menekuni usaha pembuatan tempe sejak tahun 2008.

Kebanyakan pemesanan tempe Smile dan Love ini berasal dari berbagai kalangan, diantaranya pengelola catering dan ibu rumah tangga. Dia menerima pesanan tempe unik ini setidaknya lima sampai enam kali dalam kurun waktu 1 bulan.

“Kebanyakan pembeli dari masyarakat yang hendak bepergian ke luar kota yang memesan tempe Smile dan Love untuk dijadikan oleh-oleh dari Kota Surabaya, Gresik dan Bali,” jelasnya.

Nastain memproduksi tempe Smile dan Love ini sudah sejak empat bulan kemarin, pada September 2020. Setiap kali memproduksi tempe dapat menghabiskan bahan baku kedelai impor sekitar 10 kilogram.

Pembuatan tempe karakter emoji hampir sama dengan pengolahan tempe pada umumnya. Biji kedelai dicuci bersih dan dimasukkan dalam mesin giling untuk memisahkan kulit kedelai. Kemudian, kedelai direbus hingga matang. Setelah itu ditiriskan menunggu dingin, untuk proses fermentasi selanjutnya.

“Yang membedakan pengolahan tempe Smile yaitu menggunakan cetakan pipa diameter 2,5 dim dan panjang 20 cm dan sama dengan pembuatan tempe Love namun ukurannya lebih kecil,” ucap Nastain.

Rencananya, dia akan membuat varian tempe Smile dalam ukuran lebih kecil berharga Rp 5000. Sebab, banyak pelanggan yang memintanya untuk membuat ukuran kemasan tempe Smile lebih kecil agar harganya lebih murah.

Pengolahan bahan baku biji kedelai satu kilogram dapat menjadi tiga potong tempe Smile. “Rencananya mau buat tempe Smile harga Rp 5.000,” tandasnya. (fad/gk)

Baca juga :