Ini Penyebab Ratusan Rumah di Dua Dusun di Mojokerto Terendam Banjir

Banjir merendam ratusan rumah warga di dua Dusun di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Informasi yang dihimpun Reporter Maja FM, banjir tahunan kali ini dipicu oleh pengerjaan tanggul sungai yang belum terselesaikan hingga tersumbat sampah.

Slamet, Kepala Desa Tempuran mengatakan, penyebab banjir yang merendam ratusan rumah warga di Desa Tempuran disebabkan meluapnya air Sungai Avur Jombok dan Sungai Watudakon dari wilayah Jombang.

Tak hanya itu, penyebab banjir kali ini juga dipicu oleh masih adanya tanggul sungai yang belum terselesaikan. Ditambah banyaknya tumpukan sampah dibawah Jembatan Prabon pun menghambat aliran sungai.

”Tanggul yang belum selesai di cor itu panjangnya sekitar satu kilometer. Itu ada di selatan Jembatan Bekucuk. Ditambah guyuran hujan beberapa hari yang lalu membuat volume air sungai, juga akibat kiriman dari Jombang,” tambahnya.

Menurutnya, langkah jangka pendek yang diambil desa dan warga dalam menanggulangi bencana banjir di Desanya yakni, dengan melakukan pengangkatan sampah dibawah Jembatan Prabon sebelum dam Sipon.

”Jadi kalau sampah ini tidak diangkat, air yang mau mengalir ke sungai jadi sulit. Kalau aliran sungainya lancar, genangan di permukiman bisa mengalir ke sungai,” ungkapnya.

Sementara itu, Maslucman, Camat Sooko mengatakan, pihaknya sudah berupaya menanggulangi bencana banjir dikawasan Dusun Bekucuk, Desa Tempuran yang disebabkan luapan Sungai Avur tersebut.

“Ada pembersihan tanggul di jembatan Prabon masih berlangsung namun yang menjadi kendala sekarang adalah sampah yang ada di sungai yaitu sampah rumah tangga dan sampah berasal dari tanaman Eceng Gondok,” ungkapnya dilokasi banjir, Desa Tempuran, Senin (4/1/2021).

Maslucman menyebut, jika pembersihan sungai Avur tidak dilakukan secara periodik maka kawasan Desa Tempuran akan tetap terendam banjir. Selain normalisasi, pembersihan sampah di sungai secara periodik mutlak diperlukan untuk menjaga aliran sungai Dam Sipon Pageruyung.

Masih kata Maslucman, aliran Dam Sipon tersumbat gara-gara dipicu sampah rumah tangga, ranting pohon dan sampah tanaman Enceng Gondok yang menumpuk terbawa arus sungai.

“Sampah Enceng Gondok inilah yang harus dibersihkan minimal dua bulan sekali oleh dinas terkait (BBWS Solo, Red),” ujarnya.

Pemerintah Daerah kini masih berupaya untuk berkoordinasi bersama dinas terkait pemeliharaan sungai. Sebab, jika tidak dilakukan pembersihan sunga Avur secara periodik, maka banjir akan terulang setiap tahun seperti ini.

Dari data yang diperoleh dari Petugas Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kabupaten Mojokerto, sejak terjadi banjir pada malam tahun baru Jumat (01/01/2021) hingga kini, terdapat 267 rumah terdampak dari dua Dusun di Desa Tempuran.

Dusun Tempuran terdapat 29 rumah yang terendam air dengan 95 jiwa, sedangkan 238 rumah lain berada di Dusun Bekucuk dengan 737 jiwa.

Seperti yang diinformasioan, ratusan rumah warga terendam air banjir di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Banjir terparah merendam permukiman warga dikawasan Dusun Bekucuk RT 03/RW 03, dan ketinggian air mencapai sekitar 60 cm hingga satu meter. (fad/gk)

Baca juga :