Gagal Edar, Miras Oplosan Diduga Untuk Pesta Malam Tahun Baru Diamankan Polresta Mojokerto

Menjelang perayaan akhir tahun 2020, Anggota Sabhara Polresta Mojokerto mengamankan puluhan botol minuman keras (miras) jenis oplosan. Minuman yang memabukan ini diduga disiapkan untuk perayaan malam tahun baru.

AKP Wiwin Rusli, Kasat Sabhara Polresta Mojokerto mengatakan, puluhan botol miras ini diamankan disebuah warung dikawasan jalan Benteng Pancasila Kota Mojokerto.

Berbagai jenis minuman keras itu mulai dari miras oplosan yang dikemas dalam satu botol hingga minuman yang diracik
dengan susu juga turut diamankan.

“Pada umumnya, minuman ini biasanya ini sering disebut ‘Es Moni’ yang diracik dengan tiga jenis bahan minuman, mulai dari susu, suplemen minuman energi dan yang terakhir minuman keras (miras) beralkohol, ” jelasnya kepada Reporter Maja FM.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan terhadap penjual, berbagai jenis minuman keras ini disiapkan untuk perayaan malam tahun baru. Termasuk minuman yang dicampur dengan susu dan suplemen minuman. “Setiap bungkus dijual dengan harga 10 ribu, dan memang dipersiapkan pada malam tahun baru,” jelasnya.

Selain mengamankan puluhan botol miras dan racikan minuman beralkohol. Petugas juga turut mengamankan tiga galon berisi arak Jawa (Alkohol Campuran).

Rusli juga menegaskan, penindakan terhadap penjual miras dilakukan sebagai upaya menekan peredaran miras pada momen malam pergantian tahun.

“Harapan kita, malam Tahun Baru tidak ada pesta miras yang bisa memicu gangguan ketertiban dan keamanan, serta tidak sampai terulang kejadian pada 2014 silam tahun silam yang menewaskan 17 orang usai menegak minuman oplosan,” tegasnya.

Apalagi kata Rusli, rata-rata penikmat minuman beralkohol yang tergolong merakyat ini sering dikonsumsi oleh kaum muda-mudi. Sehingga hal ini menjadi atensi aparat kepolisian menjelang tahun baru 2020.

“Kemari kita sempat amankan penjualnya, kita sangkakan dengan pasal UU Pangan. Namun tidak bisa sehingga kita lakukan tipiring terhadap penjual tersebut, ” tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan juga disebutkan, minuman beralkohol ini didapat dari beberapa daerah, diantaranya Tuban dan Madiun. (fad/gk)

Baca juga :