Telan anggaran 41 Miliar Lebih, Masjid Agung Al-fattah Kota Mojokerto Akhirnya Diresmikan

Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur bersama Ika Puspitasari, Walikota Mojokerto meresmikan masjid Agung Al-Fattah Kota Mojokerto, Minggu (8/11/2020) pagi. Peresmian Masjid bergaya timur tengah, sekaligus menandai dua tahun kepemimpinan Ning Ita Walikota Mojokerto bersama Wakil Walikota Ahmad Rizal Zakaria.

Informasi yang dihimpun Reporter Maja FM, Masjid Agung Al-Fattah yang berlokasi di samping Alun-Alun Kota Mojokerto ini merupakan masjid tertua di Kota atau bahkan Kabupaten Mojokerto.

“Masjid ini sudah berusia 143 tahun, dulu wujud awalnya berupa lahan satu petak berukuran 15×15 meter. Dan wujudnya masih kita pertahankan di bagian belakang, muka dan samping masjid. Termasuk juga tiang penyangga jati sepanjang 20 meter yang masih berdiri kokoh didalam masjid,” ungkap KH. Sholeh Hasan, Ketua Takmir Masjid Agung Al Fattah.

Sholeh mengatakan, sejak berdiri hingga sekarang ada beberapa renovasi yang dilakukan oleh pemerintah. Diantaranya tahun 1932, 1966, 1969, 1986 dan tahun 2015 hingga sekarang.

“Masjid ini baru punya nama saat renovasi tahun 1969, saat itu KH Ahyat Khalimi memberi nama masjid Agung Al-Fattah,” ujarnya.

Menurutnya, masjid ini baru mengalami renovasi total sejak tahun 2015 lalu, kala kepemimpinan Wali Kota Mas’ud Yunus. Kemudian baru terselesaikan pembangunannya di era kepemimpinan Walikota, Ika Puspitasari.

“Inisiatif rehab total ini lantaran masjid ini dikatakan sebagai masjid paling jelek di seluruh dunia. Makanya dibongkar tapi tetap menyisakan bagian-bagian yang menjadi cagar budaya,” jelasnya.

Sholeh juga merinci, pembangunan masjid berkonsep masjid nabawi ini menelan anggaran yang tak sedikit, yakni Rp 41,3 miliar lebih.

“Rinciannya yakni sebesar Rp 30 miliar dari dana hibah Pemkot Mojokerto, Rp 2 miliar dari Pemprov Jatim dan sisanya Rp 9,3 miliar adalah hasil akumulasi sumbangan dari warga,” ulasnya.

Sementara itu, Ning Ita, Walikota Mojokerto mengaku bersyukur pembangunan masjid ini bisa terselesaikan di tahun 2020 ini.

Menurutnya, peresmian Masjid Al-Fatah sekaligus menjadi pertanda dua tahun kepemimpinannya bersama Ahmad Rizal Zakaria Wakil Walikota.

“Alhamdulillah setelah melewati proses yang panjang selama 5 tahun, akhirnya pembangunan masjid ini rampung di penghujung tahun 2020 ini. Semoga keberadaan masjid ini bisa membawa berkah dan manfaat bagi seluruh masyarakat Kota Mojokerto,” harapnya.

Dia bilang, kehadiran masjid ini menambah keindahan kota. Tampilan masjid pun menambah suasana semakin asri dan menjadi icon kota.

Ning Ita juga mengatakan, keberadaan masjid ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kota. Terbukti, banyak aktivitas keagamaan yang digelar rutin di rumah ibadah ini.

“Ada istigosah rutin, ada pengajian rabuan dengan jamaah sebanyak 500 an orang, ada pengajian Sabtu pagi, ada aktivitas remaja masjid, ada pengajian kitab kuning pada Sabtu malam dan ada pengajian rutinan Jumat Wage,” pungkasnya.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim dalam sambutannya menekankan, agar pentingnya tetap menjaga protokol kesehatan bagi jamaah masjid Al-Fattah. Sebab pandemi Covid -19 masih belum berakhir. Dia berpesan agar jangan muncul kluster baru di Kota Mojokerto.

“Pesan saya tetap tingkatkan aktivitas keagamaan di masjid ini, tapi syaratnya harus mematuhi prokes yang diberlakukan oleh pihak takmir masjid, ini demi keselamatan kita bersama,” pesannya. (fad/gk)

Baca juga :