Ke Mojokerto, Menaker Minta Setiap Perusahaan Terapkan Gerakan Pekerja Sehat

Mojokerto – Ida Fauziyah, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) meminta perusahaan dikawasan industri mulai menerapkan Gerakan Pekerja Sehat (GPS). Gerakan ini menurutnya sebagai salah satu bentuk terlaksananya perlindungan tenaga kerja dari Covid-19.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau tes pemeriksaan kesehatan bagi pekerja di PT. Ittihad Rahmad Utama (IRU), Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (7/11) pagi.

Menaker menyebut, kegiatan sosialisasi GPS di pabrik sigaret kretek tangan ini, dilakukan dalam rangka mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di tempat kerja. Serta nantinya diharapkan dapat terwujud budaya hidup sehat dan tempat kerja yang aman serta produktif, termasuk beradaptasi dengan kondisi Kebiasaan Baru.

“Dalam kondisi seperti ini, maka mau tidak mau gerakan ini harus menjadi kebutuhan. Pada prinsipnya kita produktif namun aman dari Covid-19. Tadi juga saya mengecek secara langsung bagaimana protokol kesehatan (prokes) itu diberlakukan,”katanya

Dia menjelaskan, banyak sekali upaya yang dilakukan oleh PT IRU dalam upaya mencegah penyebaran virus covid didalam lokasi pabrik. Diantaranya dengan menerapkan prokes ketat, juga memberi pedoman pencegahan melalui brosur-brosur kepada seluruh pekerjanya.

Menaker juga menyampaikan, Pandemi Covid-19 bukan hanya menjadi masalah kesehatan saja, namun juga berdampak pada bidang sosial dan ekonomi. Termasuk dapat mengganggu produksi dan produktivitas bahkan menyebabkan berhentinya kegiatan usaha yang mengakibatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Kegiatan Gerakan Pekerja Sehat di Perusahaan ini merupakan salah satu upaya dalam rangka mendorong terlaksananya perlindungan tenaga kerja dan keberlangsungan usaha agar berjalan efektif dan efisien, aman, sehat dan produktif di era pandemi ini,” katanya.

Melalui kegiatan ini, pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di tempat kerja dapat meningkatkan derajat kesehatan pekerja, lingkungan kerja yang aman dan sehat, produktivitas kerja optimal dan pembiayaan kesehatan lebih efisien. Gerakan di tempat kerja ini difokuskan dengan menjalankan Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), aktivitas fisik/olahraga, deteksi dini penyakit pada pekerja.

Ida mengaku, dengan aktivitas GPS yang sudah diterapkan secara tepat oleh PT IRU kepada ribuan pekerjanya, diharapkan gerakan yang sudah terbentuk menjadi sebuah kebiasaan baru ini tetap dijalankan seterusnya meski pandemi telah berakhir.

Menaker mengungkapkan, program GPS merupakan implementasi atas Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Perluasan dari Germas ini untuk menyesuaikan implementasi budaya hidup sehat dengan kebutuhan di tempat kerja.

“Gerakan Pekerja sehat bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat di tempat kerja, dan menghilangkan kebiasaan dan perilaku pekerja/buruh yang kurang sehat,” katanya.

Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di tempat kerja, Kemnaker memiliki 7 strategi. Antara lain pencegahan Covid-19 di perusahaan, penyusunan Pedoman Perencanaan Keberlangsungan Usaha, penyusunan Panduan Kembali Bekerja, perlindungan pekerja dalam Program JKK pada kasus Covid-19 akibat kerja, peningkatan pembinaan dan pengawasan ketenagakerjaan, peningkatan kolaborasi dengan stakeholder, serta publikasi melalui media sosial. Seperti publikasi kehumasan, Posko K3 Corona, dan portal sistem pelayanan K3 (Teman K3).

Dirinya juga mengingatkan, agar protokol kesehatan dapat diimplementasikan dengan baik. Sebab protokol kesehatan bukan sekadar kewajiban pengusaha kepada pekerja ataupun sebaliknya.

“Jangan bawa masker karena takut dihukum denda. Harus jadi addict, bawa masker harus dijadikan sebuah ketagihan. Mari menyayangi diri sendiri dan menyayangi orang lain dengan menjaga diri agar penyebaran Covid-19 tak terjadi,” pungkasnya. (fad/gk)

Baca juga :